Kota Jakarta Timur
Jelang Laga Akhir Penentuan Regional Playoffs

Universitas Gunadarma putri menjaga peluang mereka untuk melangkah ke Regional Playoffs Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta usai meraih kemenangan penting atas STIE Indonesia. Bermain di UPH Basketball Court, Kamis (28/5), Gunadarma menang dengan skor 60-39 dan menjaga persaingan Grup F tetap hidup hingga laga terakhir.
Hasil ini juga membawa Gunadarma diposisi dua grup dengan 3 poin, angka yang sama yang juga diraih Institut Perbanas Jakarta Putri. Sehingga laga besok Jumat (29/05) menjadi game penentuan untuk tiket Regional Playoffs bagi keduanya.
Fight Habis-habisan
Pelatih Gunadarma, Jeanne Yuliana Anggraini, menegaskan timnya akan tampil habis-habisan saat menghadapi Rhinos pada pertandingan penentuan berikutnya. “Semua pengen ngambil game itu. Udah nggak ada kata lain, fight habis-habisan di situ. Nggak ada yang nggak mungkin,” ujar Jeanne usai laga.
Kemenangan atas STIE Indonesia juga menjadi momen penting bagi Gunadarma yang sedang berada dalam fase perkembangan tim. Jeanne mengakui banyak pemainnya masih minim pengalaman bertanding sehingga sempat tampil ragu di awal pertandingan.
“Biasanya anak-anak kalau pertama kali main memang kayak gitu. Tapi setelah dibangunin lagi, confidence mereka balik dan mulai lepas,” katanya.
Roster Gunadarma musim ini diisi kombinasi pemain lama dan mahasiswa baru. Dengan jumlah pemain yang terbatas hanya 10 orang, staf pelatih harus segera menyatukan chemistry tim sambil mengenalkan sistem permainan kepada pemain-pemain baru.
Karena proses adaptasi masih berjalan, Jeanne memilih menggunakan sistem permainan yang lebih sederhana dan mudah dipahami seluruh pemain. “Kita ambil jalan tengah saja, main dengan sistem yang semua orang tahu dulu,” jelasnya.
Meski begitu, Gunadarma memiliki keuntungan karena mayoritas pemain inti mereka masih akan bertahan setidaknya dua tahun lagi di level kampus. Situasi itu membuat tim percaya diri bisa terus berkembang dalam beberapa musim ke depan.
Saat ini fokus utama tim tertuju pada laga penentuan melawan Perbanas. Jeanne menyebut evaluasi terbesar tim ada pada komunikasi pertahanan serta membangun mental bermain yang lebih rileks dan percaya diri. “Defense communication harus lebih bagus. Mereka juga harus lebih relax dan lebih confident,” lanjutnya.
Bagi Jeanne, tim Gunadarma saat ini memang masih tergolong baru. Ia sendiri baru sekitar satu tahun membangun program bersama Gunadarma, sementara mayoritas pemain berada di tingkat tiga dan empat perkuliahan.
Meski belum memasang target spesifik dari kampus, Jeanne memastikan tim memiliki ambisi untuk terus berkembang dan memperbaiki pencapaian dari musim sebelumnya.
“Kita pasti pengen ambil posisi yang lebih baik dari tahun kemarin. Kita maunya terus naik peringkat,” tutup Jeanne.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Coach Gofar Jaga Fisik Pemain
Bawa Kultur Profesional ke Basket Kampus
Gundar Menang dengan Skor 66-58
Gundar Kalahkan STIE Indonesia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.