Jawa Barat
Tantangan Berat Menjaring Student-Athlete
Di tengah persaingan ketat basket kampus yang kini banyak didukung program beasiswa olahraga, Universitas Islam Bandung (Unisba) tetap menjaga eksistensinya lewat jalur yang berbeda. Tanpa embel-embel beasiswa atlet, basket Unisba masih mampu bersaing dan membuktikan diri di Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung.
Perjalanan itu tidak datang dengan mudah. Pelatih Unisba, Irpan Nawawi, mengakui tantangan terbesar timnya adalah membangun skuad di tengah kondisi kampus yang tidak memiliki program beasiswa basket.
“Itu yang paling berat, karena sekarang banyak kampus yang sudah ada beasiswa,” kata Irpan.
Situasi tersebut membuat Unisba harus bekerja lebih keras dalam menjaga regenerasi pemain. Apalagi musim ini mereka sedang memasuki masa transisi setelah beberapa pemain utama menyelesaikan studi dan lulus kuliah.
Bahkan, dalam Basketball Campus League Regional Bandung kali ini, Unisba hanya membawa 10 pemain. Meski dengan keterbatasan roster, semangat bertanding mereka tetap tinggi.
“Kelemahan kami adalah bukan tim beasiswa. Banyak pemain-pemain yang terhambat latihannya karena memang mereka harus membagi waktu dengan akademik,” ujar Irpan.
Tanpa jalur khusus rekrutmen atlet dari SMA, Unisba memilih fokus mengembangkan mahasiswa yang memang sudah memiliki kecintaan terhadap basket. Menurut Irpan, kondisi itu justru membentuk karakter tim yang lebih kuat karena seluruh pemain datang dengan motivasi bermain dan berkembang bersama.
“Kami memang nggak ada rekrutmen khusus, semisal mencari pemain dari SMA sebab kami non-beasiswa. Namun, Unisba bisa menjadi opsi kedua dan dengan lolosnya kami ke Big 8 Regional Bandung bisa juga menjadi promosi basket kampus kami,” lanjutnya.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil positif. Unisba memastikan tiket ke Big 8 Regional Bandung setelah tampil dominan saat menghadapi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional dengan kemenangan 81-23 di UPI Gymnasium, Bandung, Senin (18/5).
Irpan menilai kemenangan tersebut menjadi momen penting untuk meningkatkan kepercayaan diri para pemainnya. Menurutnya, satu kemenangan mampu membuat chemistry dan feel permainan tim semakin terbentuk.
“Pertandingan tadi, kami sudah jalanin satu game, anak-anak pede-nya sudah dapet, feel-nya sudah dapet. Cuma memang masih ada kesalahan-kesalahan kecil yang sebenarnya nggak perlu dilakukan,” jelasnya.
Ia juga menyebut evaluasi utama tim berada pada aspek mental bertanding dan pengalaman bermain. Jam terbang menjadi salah satu faktor yang terus dibangun agar para pemain bisa tampil lebih matang di pertandingan berikutnya.
“Overall dari jam terbang dan mental ya. Jadi evaluasinya dari kesalahan yang tadi akan diperbaiki,” tambah Irpan.
Di balik keterbatasan yang ada, basket Unisba tetap hidup sebagai ruang positif bagi mahasiswa untuk berkembang, berkompetisi, dan menjaga semangat olahraga di lingkungan kampus. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.