Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kab. Ponorogo
Pelatih Yasin Subagyo Merancang Masa Depan Tim

Membangun kekuatan futsal dari nol menjadi tantangan yang sedang dijalani tim futsal putra UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (UIN Ponorogo) bersama sang pelatih, Yasin Subagyo.
Melalui Campus League Futsal Regional Surabaya Season 1, ia ingin membawa timnya bersaing sekaligus membuka kesempatan bagi pemain muda di Ponorogo dan Madiun untuk berkembang melalui kompetisi yang lebih berkualitas.
Langkah itu dimulai dengan skuad yang masih sangat muda. Sekitar 70 persen pemain UIN Ponorogo merupakan mahasiswa baru, sehingga pengalaman bertanding menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Yasin mengakui timnya masih perlu mengejar kualitas dan jam terbang para pesaing. “Kita membangun tim untuk tiga sampai empat tahun ke depan,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa Campus League merupakan awal dari perjalanan panjang tim.
Tantangan tersebut terlihat dalam dua pertandingan pertama. Setelah kalah 0-7 pada laga pembuka, UIN Ponorogo mampu memberikan perlawanan lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Radhika Wahyu Rezky dkk sempat unggul 1-0 atas Universitas Dinamika, sebelum akhirnya kalah 2-3 akibat kesalahan individu. “Sebenarnya ada perbaikan. Sempat unggul 1-0, kemudian ada kesalahan individu. Kami belajar dari situ sebagai proses,” kata Yasin.

Pelatih Tim futsal putra UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (UIN Ponorogo) Yasin Subagyo di Campus League Futsal Regional Surabaya Season 1. (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Menurutnya, penampilan yang semakin baik menunjukkan para pemain mulai beradaptasi dengan atmosfer kompetisi. Meski begitu, rasa gugup dan demam panggung masih muncul karena sebagian besar pemain belum terbiasa tampil di pertandingan dengan tekanan tinggi.
Yasin berharap perkembangan itu berlanjut saat tim menghadapi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag Surabaya), dengan harapan bisa meraih tiga poin pertama.
Merintis Tim, Menyiapkan Generasi
Dalam keikutsertaan pertamanya di kompetisi ini, UIN Ponorogo memasang target minimal lolos dari fase grup. Namun, Yasin tidak menutup mata terhadap tantangan yang ada. “Target awal kita minimal lolos grup. Tapi memang tidak bisa dipungkiri, secara kualitas dan pengalaman bertanding, kita masih kalah dengan tim-tim yang lain,” ungkapnya.
Karena itu, hasil musim ini bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yasin ingin para pemain memanfaatkan kesempatan bertanding untuk meningkatkan kemampuan dan membangun mental kompetitif. "Harapan saya pengalaman ini bisa jadi bekal berharga agar UIN Ponorogo bisa tampil lebih siap di musim berikutnya, dimana para mahasiswa baru ini sudah memiliki lebih banyak pengalaman tanding."
Skuad UIN Ponorogo juga dihuni pemain dengan latar belakang olahraga yang beragam. Ada yang pernah menekuni sepak bola, jiu-jitsu, hingga kabaddi. Yasin menjelaskan bahwa beberapa di antara mereka memang memiliki prestasi di cabang lain, tetapi juga mempunyai dasar futsal. Keragaman tersebut menjadi modal yang bisa dikembangkan untuk memperkuat tim dalam persaingan mendatang.

Salah satu pemain kunci UIN Ponorogo, Radhika Wahyu Rezky yang juga bermain di Liga Futsal Profesional Indonesia (PFL 2). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Membuka Jalan bagi Pemain Muda Daerah
Ambisi Yasin tidak berhenti pada pembentukan tim kampus. Ia ingin futsal di Ponorogo dan Madiun memiliki ekosistem yang memungkinkan pemain muda melanjutkan perjalanan olahraga mereka setelah lulus SMA, tanpa harus selalu merantau ke kota besar demi mendapatkan pengalaman kompetisi.
“Kita berusaha untuk membuat ekosistem yang baru di futsal, khususnya di Ponorogo dan Madiun. Jadi, anak-anak yang lulus SMA bisa mendapatkan pengalaman kompetisi yang lebih baik. Tidak harus keluar kota jauh,” jelas Yasin.
Menurutnya, perkembangan futsal di wilayah tersebut sudah cukup baik. Ia melihat peningkatan prestasi dari tahun ke tahun, termasuk di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Kehadiran tim-tim lain dari kawasan tetangga seperti Madiun dan Magetan juga menjadi bagian dari tumbuhnya persaingan futsal daerah. Melalui Campus League, Yasin ingin pemain lokal mendapat pengalaman menghadapi kompetisi yang lebih tinggi sebelum tampil di ajang regional maupun nasional.
“Mereka sudah punya bekal pengalaman, atmosfer, kompetisi, event yang sangat luar biasa seperti ini,” katanya, menjelaskan pentingnya memberikan kesempatan kepada pemain daerah untuk merasakan persaingan yang lebih kompetitif.

Membangun kekuatan futsal dari nol menjadi tantangan yang sedang dijalani pelatih Yasin Subagyo bersama tim futsal putra UIN Ponorogo. (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Upaya membangun fondasi tersebut turut didukung fasilitas kampus. UIN Ponorogo memiliki GOR dengan lantai interlock yang representatif untuk menunjang latihan. Selain itu, kampus mulai menyediakan beasiswa bagi atlet pada tahun ini.
Yasin berharap dukungan tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak mahasiswa memiliki kesempatan mengembangkan prestasi olahraga sekaligus menempuh pendidikan.
Baginya, perjalanan UIN Ponorogo masih berada di tahap awal. Ia ingin membangun tim yang mampu bersaing dengan kampus-kampus lain di Jawa Timur dalam tiga hingga empat tahun mendatang, sembari ikut memperkuat jalur perkembangan futsal di daerah.
Kekalahan pada awal kompetisi menjadi bagian dari proses tersebut, sementara target besarnya tetap sama: membangun tim yang lebih kompetitif dan membuka jalan bagi lahirnya pemain-pemain muda dari Ponorogo dan sekitarnya. (DT)
26 Oktober 2026
13.30 WIB

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta