Kota Surabaya
UKP Tutup Musim dengan Kemenangan Penting

Universitas Kristen Petra Surabaya menutup penampilan mereka di Basketball Campus League Season 1 Regional Surabaya, dengan satu kemenangan penting. Bukan tiket lolos ke Regional Playoffs, namun kembalinya fighting spirit mereka yang sempat hancur usai kekalahan menyesakkan di game kedua.
Bermain di GOR Basket Unesa, Senin (27/4), tim asuhan pelatih karismatik David Adi Wardhana akhirnya menutup perjalanan dengan manis. Petra menundukkan UIN Sunan Ampel (UINSA) dengan skor tipis 62-57, lewat eksekusi krusial di detik-detik akhir kuarter keempat, serangan yang jadi penentu sekaligus pelepas beban tim.
Pembuktian Diri
Kemenangan ini terasa lebih dari sekadar angka di papan skor. Ini tentang mental yang sempat runtuh, lalu dibangun kembali di laga terakhir. Coach David tak ragu menegaskan bahwa timnya sebenarnya pantas melangkah lebih jauh. "Kami tim yang layak lolos ke babak berikutnya. Petra punya pembuktian dan kemampuan diri, meskipun menderita dari kekalahan di game kedua. Kami layak lolos," ungkapnya.
Ia juga jujur mengakui, kekalahan di game kedua sempat memukul mental tim cukup dalam. Harapan lolos yang tertutup membuat suasana tim drop. "Ada rasa hopeless karena kalah di game kedua dan sudah tidak berpeluang lolos lagi. Namun saya tetap menyemangati anak-anak untuk menyelesaikan game dan membuktikan bahwa mereka sebenarnya layak lolos."
Di balik kemenangan ini, Petra memang tidak lepas dari berbagai kendala. Dari sisi internal, disiplin pemain jadi sorotan. Beberapa pemain datang terlambat dan persiapan yang kurang matang ikut memengaruhi performa tim secara keseluruhan.
"Di pertandingan tadi, coach mengingatkan kami bahwa kami layak lolos, dan perintahnya adalah buktikan. Dan kami akhirnya berhasil menang tadi," kata Freno Nymmo yang menjadi salah satu penentu kemenangan Petra di game terakhir.
Minimnya Dukungan Kampus
Di luar itu, faktor eksternal juga tak kalah berpengaruh. Minimnya dukungan dari kampus membuat tim harus berjuang secara mandiri, mulai dari kebutuhan latihan hingga pertandingan. "Dukungan dari kampus sangat minim, dana yang diberikan mepet dan anak-anak sering harus swadaya untuk biaya pertandingan dan latihan."
Situasi ini bahkan berdampak pada identitas bermain tim. Bagi sang pelatih, kurangnya perhatian membuat pemain kehilangan rasa bertanding untuk almamater. "Masalah terbesar adalah kurangnya perhatian dan dukungan dari kampus sehingga pemain tidak bermain untuk kampus tapi lebih untuk diri sendiri."
Meski begitu, ada sisi positif yang mulai terlihat. Hampir setengah komposisi tim diisi pemain baru, dan kompetisi ini jadi ajang penting untuk mengasah jam terbang serta mental bertanding mereka.
Coach David mengaku fokusnya ke depan adalah membangun kekompakan tim yang masih belum solid, sambil memberi kebebasan pemain untuk berkembang di lapangan dengan pola permainan yang lebih sederhana.
Tantangan berikutnya sudah menanti. Tahun depan, Petra akan kehilangan empat pemain senior, yang berarti regenerasi jadi kunci utama. Harapan pun disampaikan agar kampus bisa hadir lebih serius mendukung, baik dari sisi fasilitas maupun pendanaan.
Jika itu terwujud, bukan tidak mungkin Petra akan kembali dengan wajah berbeda, lebih matang, lebih solid, dan tentu saja lebih siap bersaing.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.