Kota Jakarta Pusat
Nikmati dan Apresiasi Penyelenggaraan Kompetisi

Sosok Coby Khae Jennings menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian selama fase grup Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta. Pemain Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Lions sekaligus rookie di Indonesian Basketball League (IBL) itu tampil konsisten sebagai motor permainan, bahkan ketika timnya harus melalui laga yang tidak mudah.
UMN hanya mampu meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan yang dijalani. Meski begitu, tim asuhan Luthfianes Gunawan tetap menunjukkan karakter kompetitif dan semangat juang tinggi di setiap laga. Dalam situasi tersebut, Coby tampil sebagai figur sentral yang menjaga daya saing Lions sepanjang kompetisi.
Kontribusi pemain muda tersebut terlihat jelas dari statistik yang dibukukannya. Dalam tiga pertandingan fase grup, Jennings mencatat rata-rata 15,3 poin per game (PPG). Hampir tiga kali lipat lebih tinggi dibanding rata-rata kompetisi fase grup berada di angka 5,3 poin.
Tak hanya produktif mencetak poin, Coby juga menjadi pemain dengan dampak besar terhadap permainan tim. Nilai efektivitas (EFF) miliknya mencapai 20,3, (rata-rata kompetisi di 4,8), membukukan rata-rata 6,7 rebound dan 4 assist per pertandingan
Statistik tersebut menunjukkan kontribusinya sebagai opsi utama UMN menyeluruh dalam berbagai aspek permainan.
Dapatkan Pengalaman di Campus League
Menariknya, di balik performa impresif tersebut, Coby lebih memilih berbicara mengenai proses pengembangan diri yang sedang dijalaninya. Menurutnya, pengalaman bertanding memberikan banyak pelajaran, khususnya dalam membangun kepemimpinan dan kepercayaan diri.
"Saya belajar banyak. Saya belajar cara leading teammate, improve my awareness, vision, lebih pede lah. Soalnya di event sebelumnya mungkin saya nggak terlalu pede, tapi sekarang lagi improve," ujar Jennings.
Ketika ditanya mengenai target pribadinya, pemain UMN itu tidak menyoroti statistik maupun prestasi individu. Fokus utamanya justru membangun chemistry bersama tim sebagai fondasi untuk perkembangan di masa depan. "Kalau buat saya targetnya chemistry aja. Ini lebih untuk improve, lebih ke progress, more to the future," katanya.
Jennings juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Basketball Campus League. Menurutnya, kompetisi ini memberikan pengalaman positif bagi para pemain kampus. "10 out of 10. Sangat terorganisir, bersih, dan bagus. Penonton juga banyak, nuansanya, lingkungannya pun bagus. Saya senang dan menikmati pengalaman main di Campus League," tuturnya.
Meski UMN belum meraih hasil maksimal di fase grup, performa Coby menjadi sinyal positif bagi Lions. Dengan kemampuan individu yang menonjol serta fokus pada proses dan perkembangan tim, pemain ini berpotensi menjadi salah satu wajah masa depan basket kampus Indonesia.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.