Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kota Jakarta Timur
Naafi/Sidiq Singkirkan Duo Unsoed Sasikirana/Prayoga

Ganda putra Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Demorza Naafi/Muhammad Halim As Sidiq, bermain cemerlang saat menghadapi pasangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Elvaretta Hezka Aprilla Sasikirana/Luthfi Eka Prayoga, pada babak perempat final Campus League Badminton The Nationals di GOR KONI Bandung, Senin (21/9). Sempat tertinggal satu gim, Naafi/Sidiq bangkit dan mengamankan kemenangan 2-1.
Sasikirana/Prayoga langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Permainan cepat dan tekanan dalam reli membuat Naafi/Sidiq lebih banyak bertahan. Pasangan Unsoed bahkan mampu unggul 8-6 di interval dan terus menjaga kendali permainan hingga menutup gim pertama 15-12.
Tertinggal 0-1, Naafi/Sidiq mulai mengubah pola permainan pada gim kedua. Mereka lebih berani mengambil inisiatif serangan dan berusaha mengurangi kesalahan sendiri. Meski Sasikirana/Prayoga kembali unggul 8-6 di interval, pasangan UNJ perlahan menemukan ritme dan mampu membalikkan tekanan.
Pertarungan semakin ketat pada poin-poin akhir. Naafi/Sidiq berhasil menjaga fokus dan memaksakan rubber game setelah merebut gim kedua dengan skor 16-18.
Memasuki gim penentuan, Sasikirana/Prayoga kembali mengawali pertandingan dengan agresif. Mereka sempat unggul 4-1, tetapi Naafi/Sidiq tidak terburu-buru. Perlahan, pasangan UNJ mencicil poin dan berbalik unggul 6-8 saat interval.
Tensi pertandingan semakin tinggi setelah interval. Naafi/Sidiq berusaha menjaga jarak, sementara Sasikirana/Prayoga terus memberikan tekanan dan memperkecil ketertinggalan. Kedua pasangan bahkan harus melewati dua kali deuce dalam pertarungan menuju poin akhir.
Di tengah tekanan tersebut, Naafi/Sidiq mampu mempertahankan ketenangan hingga akhirnya menutup gim penentuan 15-17 sekaligus memastikan kemenangan 2-1 dan tiket ke semifinal.
Sidiq mengakui, menjaga ketenangan menjadi salah satu kunci kebangkitan mereka setelah kehilangan gim pertama. Ia juga terus mengingatkan pasangannya agar tidak kehilangan poin karena kesalahan sendiri.
“Saya banyak mengingatkan partner agar tidak banyak mati sendiri. Kami coba lebih tenang dalam menghadapi setiap serangan,” ujar Sidiq selepas pertandingan.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi Naafi/Sidiq untuk menghadapi babak semifinal. Namun, mereka tidak ingin larut dalam euforia. Naafi mengatakan, keduanya akan melakukan evaluasi pertandingan sebelum kembali bertanding.
“Setelah ini kita akan livestream ulang game ini untuk kita pelajari bersama, dan akan diskusi bagaimana menghadapi semifinal besok,” kata Naafi.
Pada babak semifinal, Naafi/Sidiq akan menghadapi pasangan ganda putra dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Ahmad Braja Tri Mandya Kurniawan/Sulthan Abhi.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi pasangan UNJ untuk melanjutkan momentum comeback mereka dan merebut tiket ke partai puncak The Nationals. (DT)
23 Oktober 2026
14.00 WIB

Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto