Kota Malang
Evaluasi Total, UM Bidik Posisi Ketiga

Pelatih Universitas Negeri Malang (UM), Juni Adi Cahyanto, menyoroti satu masalah utama yang jadi titik balik kekalahan timnya: hilangnya fokus saat berada di bawah tekanan. UM takluk dari Universitas Cenderawasih (Uncen) di Regional Playoffs dengan skor meyakinkan 92-63.
Bermain di GOR Basket Unesa, Selasa (28/4), UM sebenarnya sempat memberi perlawanan di awal laga. Kuarter pertama berjalan cukup ketat lewat permainan cepat dan transisi rapi yang mereka bangun. Namun seiring berjalannya pertandingan, Uncen tampil lebih solid dan konsisten hingga akhirnya mengambil alih kendali penuh.
"Anak-anak lost focus. Di awal anak-anak padahal fokus, ikuti dan jalankan instruksi. Tetapi ketika mulai kena tekanan demi tekanan dari defense-nya Uncen, akhirnya anak-anak lepas fokus, instruksi gak jalan."
Menurutnya, instruksi yang diberikan sebenarnya cukup sederhana, yakni memperkuat paint area dan mengantisipasi rebound lawan. Ia sudah membaca pola permainan Uncen yang kerap mencetak poin dari second chance setelah rebound.
"Instruksi saya sederhana, perkuat paint area, untuk nahan rebound mereka. Karena saya amati dari beberapa pertandingan, Uncen dapat poin setelah rebound, mereka poin, mengulang begitu saja. dan memang tadi kejadian seperti itu."
Namun di lapangan, eksekusi tak berjalan sesuai rencana. UM kerap kalah dalam duel rebound karena gagal melakukan box out dengan baik. Situasi itu membuat selisih poin terus melebar.
"Nah anak-anak pada saat lawan menyerang, mereka lupa box out, kena rebound lagi. Akhirnya kita sering kecurian rebound, poin semakin menjauh, semakin berat. karena memang power dan speed anak-anak Uncen ini luar biasa."
Ketika mencoba bangkit di kuarter keempat, keadaan sudah terlalu sulit untuk dibalikkan. Dominasi fisik dan kecepatan Uncen membuat UM kesulitan mengejar ketertinggalan. "Kami mau bertarung di kuarter keempat sudah berat dan terlambat."
Meski harus mengakui keunggulan lawan, pelatih yang akrab disapa Coach Tatok ini tetap melihat hal positif dari perjuangan timnya. Ia menilai anak asuhnya sudah tampil maksimal, meski kehilangan fokus di momen krusial.
Kini, fokus UM beralih ke laga perebutan tempat ketiga. Evaluasi dari pertandingan ini akan jadi bekal penting untuk menutup turnamen dengan hasil lebih baik.
"Ya kami akan fokus di perebutan tempat ketiga. Perbaiki apa yang salah saja dari hari ini. Hari ini anak-anak sudah luar biasa, cuma anak-anak lepas fokus itu saja. Power speed-nya Uncen ternyata jauh di atas anak-anak."
Dengan pembenahan di sektor fokus, rebound, dan disiplin permainan, UM masih punya peluang untuk bangkit dan menutup perjalanan mereka di Regional Surabaya dengan podium.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.