Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kota Malang
Pelatih Soroti Pelanggaran dan Detail Permainan

Universitas Negeri Malang (UM) penuhi target yang mereka incar sejak hari pertama Regional Surabaya dimainkan, yaitu menjadi pemimpin klasemen grup A, seusai mengalahkan Ciputra Surabaya (UC) 6-1, di GOR Pertamina ITS, Surabaya (18/10).
Namun, kemenangan telak plus tiket semifinal belum sepenuhnya memuaskan pelatih UM, Mario Azriel, yang masih menyoroti sejumlah detail permainan timnya.
“Ya, Alhamdulillah dari kerja keras teman-teman di pertandingan ini sudah maksimal, tapi ada beberapa koreksi sedikit dari detail-detail permainan yang menurut saya, masih belum puas dari apa yang saya bayangkan,” ujar Mario.
Arek Malang meraih hasil sempurna dengan sapu bersih empat kemenangan dari empat laga, termasuk mencetak 16 gol dan hanya kebobolan sebiji gol. Raihan yang menjadi modal penting bagi UM untuk menatap semifinal dan melanjutkan perburuan gelar juara Regional Surabaya.
Meski berhasil mencatatkan kemenangan besar, Mario tidak ingin hasil tersebut menutupi aspek permainan yang masih perlu dibenahi. Ia menilai beberapa pelanggaran yang tidak perlu berpotensi merugikan tim dalam pertandingan berikutnya.
“Evaluasi daripertandingan yang sudah kita lakoni: ada beberapa pelanggaran yang dilakukan, dan itu pelanggaran yang tidak penting. Ini menurut saya merugikan tim untuk next matchnya,” katanya.
Selain disiplin bermain, Mario juga menyoroti penerapan detail taktik yang belum sepenuhnya berjalan sesuai keinginannya. Baginya, keberhasilan meraih kemenangan dan mengamankan tiket semifinal belum cukup jika tim masih belum konsisten menjalankan instruksi di lapangan.
UM sendiri berhasil memenuhi sasaran target yaitu menutup fase grup sebagai pemuncak klasemen. Mario menegaskan bahwa timnya tidak ingin terlalu memikirkan calon lawan di semifinal maupun final sebelum menuntaskan target tersebut.
“Ini memang target kami sejak awal, yaitu mendominasi di grup, peringkat 1. Jadi siapapun nanti kita ketemu di semifinal atau final saya enggak terlalu mikir itu, yang terpenting kita maksimal di setiap pertandingan,” tutur Mario.
Bagi Mario, menjaga konsistensi sekaligus memperbaiki kesalahan menjadi pekerjaan penting agar timnya tidak sekadar lolos ke semifinal, tetapi juga datang dengan performa yang lebih siap.
Untuk lawan di babak semifinal, UM masih harus menunggu hasil pertandingan antara Unitomo vs Unesa di Grup B. Unitomo yang berada di peringkat dua grup (Gol +17) punya kans besar untuk lolos, dengan syarat tidak kalah lebih dari 9 gol di laga akhir.
Jika kalah lebih dari 9 gol, maka peringkat tiga Universitas Dinamika (Gol +8) punya jumlah selisih gol lebih baik, dan naik ke posisi dua, mereka lah yang akan menjadi lawan UM di empat besar. (DT)
24 Oktober 2026
10.45 WIB

Universitas Tidar

Kalahkan UC di Laga Akhir Penyisihan Grup