Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kab. Sleman
Tetap Optimistis Mempertahankan Gelar Regional Jogja

Kesibukan kuliah kerja nyata (KKN) dan magang menjadi tantangan tersendiri bagi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) putri dalam mengarungi Campus League Futsal Jogja Season 1. Meski persiapan tak ideal, UNY tetap meraih kemenangan 2-1 atas Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (20/10).
Bermain di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, UII, UNY harus melewati pertandingan ketat sebelum mengunci tiga poin atas Unnes.
Zahra Hamdan membuka keunggulan pada menit ke-24, tetapi Unnes menyamakan kedudukan lewat Aryastya Maulidina Putri Yasin pada menit ke-33. Gol Amelia Diah Handayani semenit sebelum waktu normal berakhir akhirnya memastikan kemenangan juara bertahan tersebut.
Pelatih UNY, Ghanda Farrell Ibrahim, mengakui timnya belum tampil sesuai harapan. Kesibukan akademik mayoritas pemain ikut menjadi tantangan dalam menjaga kesiapan tim selama kompetisi.
“Mayoritas pemain kami sedang KKN dan magang. Kondisi dan mental mereka harus dijaga. Kami minta anak-anak pintar mengatur waktu karena itu memang risiko sebagai student-athlete,” ujar Ghanda.
Tantangan tersebut membuat UNY harus memastikan para pemain tetap bisa menjalankan tanggung jawab akademik tanpa mengabaikan persiapan di lapangan. Meski begitu, Ganda tak ingin menjadikan situasi tersebut sebagai alasan untuk menurunkan target tim.
Ia juga melihat masih ada pekerjaan rumah dalam permainan UNY. Rencana yang sudah disiapkan belum sepenuhnya berjalan, sementara pertahanan Unnes cukup menyulitkan para pemainnya untuk menciptakan peluang bersih.
“Finishing juga jadi evaluasi penting. Kami punya banyak peluang dan melakukan banyak tendangan, tetapi belum semuanya berbuah gol,” kata Ghanda.
Juara Bertahan Bukan Beban
Musim ini, UNY juga menghadapi perubahan komposisi pemain. Sejumlah pemain andalan musim lalu telah lulus, sehingga kesempatan lebih besar diberikan kepada pemain yang sebelumnya jarang mendapat menit bermain.
Ghanda memilih melihat status juara bertahan Futsal Regional Jogja sebagai tantangan, bukan beban. Ia ingin skuadnya berkembang dan menjaga fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
"Kami beri mindset ke pemain agar itu (juara bertahan) bukan beban. Kami tak terbenani tetapi ini jadi suatu peluang dan tantangan," ucap Ghanda.
Dengan kekuatan pemain yang season lalu tak terlalu mendapat menit bermain, Ghanda ingin memberi panggung kepada anak asuhnya secara merata. Kondisi tersebut tetap membuat Ghanda optimistis bisa mempertahankan gelar Regional Jogja.
“Bermain bagus dulu, tentu kami optimistis (mempertahankan gelar), namun kami ingin fokus di satu pertandingan terlebih dahulu,” jelas Ghanda.
Bisakah UNY kembali mempertahankan mahkota Jogja? Saksikan pertandingan Campus League Futsal Jogja Season 1 melalui kanal YouTube resmi Campus League. (GAP)
23 Oktober 2026
14.00 WIB

Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Universitas Tidar
23 Oktober 2026
15.45 WIB

Universitas Gadjah Mada

Kalahkan Untidar dengan Skor Tipis 2-1