Jawa Barat
Kalah Fisik dari Universitas Kristen Maranatha
Universitas Padjadjaran (Unpad) putri terpaksa memupus asa menuju partai puncak Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung setelah takluk dari Universitas Kristen Maranatha dengan skor 36-64 di UPI Gymnasium, Kamis (21/5).
Meski hasil akhir belum berpihak kepada timnya, pelatih Unpad putri, Maula Sidik Asy’ari, tetap mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu bersaing hingga fase playoffs alias semifinal. Menurutnya, laga melawan Maranatha memberikan banyak pelajaran berharga untuk perkembangan tim ke depan.
Maula mengungkapkan bahwa sebenarnya Unpad sudah datang dengan game plan yang disiapkan untuk menghadapi Maranatha. Namun, pelaksanaannya di lapangan tidak berjalan maksimal karena kondisi fisik tim yang belum mampu mengimbangi intensitas permainan lawan.
Menurutnya, faktor fisik menjadi salah satu pembeda utama dalam pertandingan tersebut. Maranatha mampu menjaga tempo dan agresivitas permainan selama empat kuarter, sementara Unpad mulai kesulitan mempertahankan konsistensi permainan.
“Sudah ada game plan, tapi terkendala masalah fisik. Kuantitas latihan kami juga belum maksimal, sedangkan mereka (Maranatha) fisiknya bagus,” ujar Maula.
Meski gagal melangkah lebih jauh, ia tetap melihat banyak hal positif dari perjalanan timnya di Campus League musim ini. Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, Unpad mampu menunjukkan perkembangan dan bersaing di level kompetitif basket kampus Bandung.
Maula berharap kehadiran Basketball Campus League dapat terus berlanjut secara rutin setiap musim. Menurutnya, kompetisi yang konsisten akan membantu kampus menyusun program latihan dan periodisasi yang lebih terarah sehingga persiapan tim bisa lebih optimal.
“Anak-anak juga kalau ada Campus League rutin pasti ikut dan periodisasi latihannya bisa diatur. Supaya persiapannya lebih bagus. Persiapan kami sekitar satu setengah bulan, tapi hasilnya alhamdulillah,” tuturnya.
Selain menyoroti performa tim, Maula juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Basketball Campus League Season 1. Ia menilai kompetisi ini menghadirkan atmosfer yang berbeda bagi basket kampus, mulai dari kualitas pertandingan hingga kemasan acara yang lebih profesional.
Sebagai alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Maula mengaku bangga melihat kampus tersebut menjadi tuan rumah dengan penyelenggaraan yang meriah dan modern.
“Saya juga alumnus UPI. Bisa didesain sedemikian rupa, ajangnya jadi lebih mewah. Broadcast-nya juga bagus,” tutupnya. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.