Jawa Barat
Masuk Unper dengan Beasiswa Basket
Bola basket menjadi jalan bagi Pera Susilawati untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di tengah keterbatasan finansial keluarga, basket membuka kesempatan yang sebelumnya terasa sulit untuk diraih.
Pera saat ini merupakan student-athlete dari Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya yang tampil di Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung. Di balik perjuangannya di lapangan, ada cerita tentang mimpi kuliah yang nyaris tertunda karena kondisi ekonomi keluarga.
Perempuan asal Ciamis itu mengaku sudah menyukai basket sejak duduk di bangku sekolah. Saat masih SMA, ia aktif bermain basket dan mulai memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, situasi ekonomi keluarga membuat cita-cita itu sempat terasa berat.
“Kebetulan dulu waktu sekolah saya juga ada tim basket. Dari situ saya punya cita-cita kuliah, tapi terkendala ekonomi,” cerita Pera.
Di tengah kebingungannya mencari jalan untuk tetap bisa kuliah, Pera mulai bertanya kepada orang-orang di dunia basket soal kemungkinan mendapatkan beasiswa olahraga. Dari sana, ia mengetahui bahwa Unper membuka peluang bagi atlet basket untuk melanjutkan pendidikan.
“Saya cari-cari dan tanya ke orang yang suka basket, ada nggak beasiswa dari basket. Kebetulan ada di Unper dan masih banyak peluang,” ujarnya.
Kesempatan itu langsung dimanfaatkan Pera. Ia memberanikan diri mendaftar ke Unper lewat jalur basket. Bagi Pera, kesempatan tersebut menjadi titik penting dalam hidupnya karena mampu membuka jalan menuju bangku kuliah.
Ia pun sempat berbicara dengan orang tuanya mengenai keinginannya untuk kuliah. Meski mendukung, orang tua Pera saat itu juga memikirkan biaya pendidikan yang tidak sedikit.
“Nanya sih ke orang tua, boleh nggak kalau kuliah. Orang tua bilang boleh kuliah, tapi nanti biayanya gimana,” katanya.
Pera kemudian menjelaskan bahwa dirinya memiliki peluang mendapatkan beasiswa dari basket. Mendengar hal itu, orang tuanya akhirnya memberikan dukungan penuh.
“Terus saya jelasin aja ke orang tua, ada beasiswa gratis. Kalau gratis ya langsung aja, terserah katanya,” lanjutnya sambil tersenyum.
Bagi Waktu dan Dukungan Kampus
Kini, Pera tercatat sebagai mahasiswi Agribisnis angkatan 2022 di Unper. Selain aktif kuliah, ia juga menjalani rutinitas sebagai student-athlete dengan jadwal latihan yang cukup padat.
Menurutnya, membagi waktu antara akademik dan basket bukan perkara mudah. Apalagi jadwal kuliah berlangsung dari Senin hingga Jumat, sementara latihan basket dilakukan tiga kali dalam seminggu.
“Kalau cara bagi waktunya ya agak sulit. Jadwal kuliah saya padat dan latihan basket seminggu tiga kali,” ucapnya.
Meski begitu, dukungan kampus membuat Pera tetap mampu menjalani keduanya secara seimbang. Ia mengaku pihak kampus cukup mendukung mahasiswa yang aktif membawa nama kampus di bidang olahraga.
“Alhamdulillah kampus ngedukung banget kalau soal prestasi,” katanya.
Saat ditanya soal rencana setelah lulus kuliah, Pera mengaku masih melihat peluang yang ada. Ia belum menutup kemungkinan untuk terus bermain basket jika mendapat kesempatan.
“Tergantung sih, lihat kesempatannya aja,” ujarnya.
Namun, Pera juga mengakui dirinya masih memiliki rasa minder untuk mencoba bergabung dengan klub-klub basket level lebih tinggi. Ia merasa belum cukup percaya diri untuk masuk ke lingkungan kompetitif yang lebih besar.
“Kebetulan belum pernah coba ke klub high level. Dalam pemikiran saya masih ada rasa minder. Takut kalau gabung ke klub yang levelnya tinggi seperti itu,” tuturnya.
Basketball Campus League Regional Bandung juga menjadi pengalaman baru bagi Pera dan tim putri Unper. Ia menyebut kompetisi ini sangat membantu meningkatkan jam terbang para pemain yang selama ini jarang tampil di event besar.
“Kebetulan ikut game high level seperti ini baru pertama kali. Ini kesempatan banget buat Unper untuk promosi kampus dan nambah jam terbang anak-anak,” ujarnya.
Pera juga mengakui atmosfer pertandingan membuat beberapa pemain sempat mengalami demam panggung. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran penting untuk perkembangan tim ke depan.
“Anak-anak jarang main, jadi ya demam panggung biasa. Sangat terbantu banget sih adanya Campus League ini,” tuturnya.
Di tengah segala keterbatasan, basket berhasil membawa Pera menjadi student-athlete di Unper. Bukan hanya bermain di lapangan, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan melalui akademik di perguruan tinggi. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.