Kota Jakarta Selatan
Phoenix Petik Pelajaran Berharga Usai Dihajar Perbanas

Hasil positif yang diraih Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) atas Universitas Kristen Indonesia di laga kedua Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta bukan datang begitu saja.
Phoenix berhasil bangkit setelah menjadikan kekalahan telak dari Institut Perbanas Jakarta pada laga pembuka sebagai pelajaran penting, terutama soal mental, pertahanan, dan keberanian menghadapi tim besar.
Bermain di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Minggu (24/5), Prasmul memang datang dengan kondisi yang belum ideal. Tim tidak diperkuat dua pemain penting mereka, satu karena cedera dan satu lagi sedang menjalani program pertukaran pelajar di Taiwan.
Kapten tim, Yohanes Krisma Damai Setiawan, mengakui kondisi tersebut membuat tim harus melakukan banyak penyesuaian, apalagi mayoritas roster saat ini diisi pemain baru.
“Tim kita sebenarnya nggak full team. Ada dua pemain dari starting five yang nggak ikut. Terus banyak pemain baru juga, jadi masih penyesuaian,” ujar Yohanes.
Situasi makin berat karena para pemain baru langsung harus menghadapi salah satu tim unggulan di Regional Jakarta, Perbanas. Yohanes menyebut banyak rekan setimnya sempat gugup dan kesulitan beradaptasi, bukan cuma dengan atmosfer pertandingan, tetapi juga kondisi permainan.
Menariknya, salah satu tantangan terbesar justru datang dari bola pertandingan yang digunakan. “Kita biasanya latihan pakai bola yang berbeda. Nah bola pertandingan ini lebih licin, jadi di awal-awal bola banyak lepas,” katanya sambil tertawa.
Di tengah tekanan Perbanas yang agresif, instruksi pelatih Prasmul sebenarnya cukup sederhana: perkuat pertahanan dan cari cara memecahkan full court press lawan.
Namun bagi Yohanes, pertandingan itu lebih dari sekadar soal taktik. Ia merasa timnya mendapat gambaran langsung mengenai level permainan yang lebih tinggi, terutama untuk pemain-pemain muda yang baru pertama kali tampil di atmosfer kompetitif seperti ini.
“Kita belajar banyak banget, terutama defense sama mental. Anak-anak baru jadi punya pengalaman lawan tim yang levelnya jauh di atas,” lanjutnya.
Bangkit di Laga Kedua
Pelajaran itu ternyata langsung terasa dampaknya. Hanya sehari setelah kalah telak dari Perbanas, Prasmul tampil jauh lebih siap saat menghadapi UKI.
Bertanding pada Senin (25/5), Phoenix sukses bangkit dan meraih kemenangan 63-49. Yohanes kembali jadi motor permainan tim lewat performa impresif dengan 19 poin dan 17 rebound.
Menurutnya, laga melawan Perbanas membantu tim membangun rasa percaya diri untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Sekarang anak-anak harus lebih pede lagi. Jangan takut lawan siapa pun. Karena kita sudah ketemu tim unggulan, harusnya game-game berikutnya bisa lebih siap,” tutup Yohanes.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.