Kab. Serang
Misi Menjadi Representasi Kampus Basket Kota Serang

Basket kampus di Kota Serang, Baten, perlahan mulai menunjukkan denyutnya. Salah satu yang paling serius membangun mimpi itu datang dari tim basket putra Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Hadir di ajang Campus League, Untirta bukan cuma ingin bersaing di lapangan, tetapi juga membawa misi yang lebih besar untuk masa depan basket kampus mereka.
Selama ini Untirta memang belum memiliki program beasiswa khusus basket. Kondisi itu membuat perjalanan mereka membangun tim kompetitif tidak selalu mudah. Namun justru dari keterbatasan tersebut, semangat mereka tumbuh semakin besar.
Kapten tim Mohammad Iqbal Pramudya mengaku keikutsertaan mereka di Campus League menjadi langkah awal untuk menunjukkan bahwa basket di Serang sebenarnya hidup dan punya potensi besar.
“Saat ini belum ada beasiswa khusus basket di kampus kami, hanya ada dari jalur prestasi. Insya Allah kami memang punya misi dan rencana ke sana, mengajukan program beasiswa basket ke pihak kampus. Makanya kami ada di sini, ikut berkompetisi di Campus League,” ujarnya usai pertandingan melawan Universitas Darma Persada (Unsada) di Basketball Court Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Minggu (24/5).
Representasi Kota Serang
Misi itu terasa cukup personal bagi para pemain Untirta. Mereka ingin membawa identitas baru bagi Kota Serang sebagai kota yang juga punya kultur basket kampus yang aktif.
Menurut Iqbal, animo anak muda terhadap basket sebenarnya cukup tinggi, hanya saja belum banyak kompetisi yang bisa menjadi wadah pembinaan secara konsisten.
Karena itu, Campus League dianggap jadi momentum penting. Bukan sekadar tampil di turnamen nasional, tetapi juga membuka koneksi, memperkenalkan nama kampus, hingga menjadi jalan untuk menarik calon atlet potensial di masa depan.
Di balik perjuangan mereka, proses persiapan Untirta menghadapi Campus League juga penuh cerita. Tim ini datang dengan semangat kolektif yang kuat. Untuk mencari lawan tanding berkualitas, mereka bahkan rela melakukan perjalanan panjang ke Jakarta demi berlatih tanding melawan Universitas Kristen Indonesia (UKI).
“Dari Serang kami barengan semua naik kereta. Transit, nungguin keretanya datang, sampai UKI langsung tanding di sana, lalu balik lagi. Mungkin total di perjalanan saja sudah lima sampai enam jam sendiri. Tapi kami enjoy dan semangat menjalaninya,” lanjutnya sambil tersenyum.
Cerita seperti itu perlahan membentuk kultur baru di basket Untirta. Tidak mewah, tetapi penuh komitmen. Mereka juga aktif membangun relasi dengan kampus-kampus lain di Serang lewat agenda sparring dan event lokal.
Beberapa nama seperti Universitas Bina Bangsa, Universitas Pamulang Serang, Universitas Serang Raya, Universitas Banten Jaya rutin menjadi bagian dari ekosistem basket yang mulai tumbuh di kota tersebut.
"Ada juga loh Universitas Pendidikan Indonesia tapi yang cabang Serang, itu kami sering bertemu untuk latih tanding dan jika ada event basket."
Meski belum memiliki sejarah panjang seperti kampus-kampus besar lain di dunia basket mahasiswa, Untirta mencoba menjaga proses itu tetap berjalan. Mereka ingin menjadi representasi bahwa kampus daerah pun bisa ikut bersaing dan berkembang lewat olahraga.
Di pertandingan perdana Campus League Regional Jakarta, Untirta memang harus mengakui keunggulan Unsada dengan skor 91-51. Namun hasil itu tidak membuat semangat mereka surut. Di tengah persaingan yang ketat, mereka tetap melihat banyak hal positif yang bisa dijadikan modal untuk laga berikutnya.
Bagi Untirta, Campus League bukan hanya soal menang atau kalah. Ada proses panjang yang sedang dibangun sedikit demi sedikit. Mulai dari membentuk identitas tim, menjaga eksistensi basket kampus di Serang, hingga membuka peluang lahirnya program beasiswa basket di masa depan.
"Mau siapa lagi, kalau bukan anak-anak kota Serang itu sendiri yang masuk di event ini dan mencari cara agar basket di kota Serang bisa dikenal luas," harapnya.
Kini, langkah mereka mungkin masih berada di tahap awal. Tetapi semangat yang dibawa Iqbal dan rekan-rekannya menjadi sinyal bahwa basket kampus di Serang sedang mencoba bangkit dan mencari tempatnya sendiri di peta basket mahasiswa Indonesia.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.