Semarang
Fokus Jadi ''Senjata'' di Pertandingan 15 Poin

Muhammad Agil Firmansyah merasakan ketatnya persaingan di Badminton Campus League Regional Semarang. Meski menjadi musim perdana, menurutnya kualitas permainan para peserta sudah membuat setiap pertandingan berjalan kompetitif.
Agil baru saja meraih peringkat ketiga Regional Semarang. Pebulutangkis asal Jakarta itu menang Raja Avanindra Akbar dari UIN Sunan Ampel (UINSA) 15-2, 17-15.
Mahasiswa Universitas Terbuka Semarang itu mengaku tidak bisa memandang enteng lawan yang dihadapi. Persaingan di lapangan juga semakin menantang dengan diterapkannya sistem skor terbaru dari Badminton World Federation (BWF).
“Walaupun Campus League Badminton baru diselenggarakan tahun ini, tapi level persaingannya sudah sangat tinggi,” kata Agil.
Bagi Agil, ketatnya kompetisi bukan hanya terlihat dari kemampuan teknis para pemain. Situasi pertandingan juga berubah cepat, terutama dengan format skor baru yang menuntut pemain langsung tampil agresif sejak awal.
Agil merasakan sendiri tekanan tersebut saat menjalani pertandingan perebutan peringkat ketiga. Fokus menjadi salah satu aspek yang harus dijaga sepanjang laga karena kesalahan kecil dapat langsung memberikan keuntungan kepada lawan.
Format pertandingan yang lebih singkat membuat pemain tak lagi memiliki banyak waktu untuk memperbaiki keadaan. Momentum menjadi lebih penting dan setiap poin harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Menurut Agil, perubahan sistem skor juga menggeser karakter permainan. Jika sebelumnya pemain masih bisa mengandalkan ketahanan fisik untuk melewati pertandingan panjang, kini kemampuan melakukan ledakan permainan dalam waktu singkat justru lebih dibutuhkan.
“Kalau yang saya lihat di skor baru ini lebih ke eksplosifnya dibandingkan fisiknya. Lebih terasa pressure, kesalahan sedikit saja itu bisa mengubah segalanya,” ujarnya.
Campus League menjadi salah satu kompetisi yang lebih dulu menerapkan format tersebut di Indonesia. Sistem poin terbaru itu akan digunakan secara menyeluruh dalam kompetisi BWF mulai Januari 2027. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
.png&w=3840&q=75)
Tundukkan Wakil UINSA, Raja Avanindra Akbar Effendi 2-0

Kehadiran Sang Bapak Membuat Agil Firmansyah Tenang

Jadi Satu-satunya Wakil Universitas Terbuka Semarang

Menang Dramatis dan melaju ke 16 Besar
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.