Magelang
Bercita-cita Kerja di Bea Cukai

Wibawaningtyas Ramadhani baru semester tiga di Universitas Tidar Magelang (Untidar). Tetapi namanya mulai mencuri perhatian di Campus League Futsal The Nationals 2025. Bukan hanya karena skill futsalnya, tetapi juga ia memiliki IPK yang cukup tinggi, yakni 3,87.
Mahasiswi Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, itu tampil percaya diri di lapangan. Namun di balik performanya, ada komitmen kuat menjaga keseimbangan antara hobi dan prioritas akademik.
“Aku selalu ingat, futsal cuma hobi aku. Akademik itu tetap nomor satu,” ujar mahasiswi angkatan 2024 itu.
Mengikuti kompetisi Campus League membuatnya harus meninggalkan kelas hampir satu minggu, baik di Regional Yogyakarta maupun kini di putaran final The Nationals. Tetapi Tyas, sapaan akrabnya, datang dengan mental tenang, karena semua sudah ia persiapkan.
“Sebelum berangkat, semua tugas individu aku selesaikan. Kalau tugas kelompok, bagian aku juga sudah aku kerjain dan serahin ke teman-teman. Jadi aku nggak mau jadi beban,” tuturnya.
Bagi Tyas, prinsipnya sederhana, yakni prioritas harus jelas. Jika tidak, semuanya akan berantakan.
Tyas juga punya rasa percaya diri tinggi di lapangan yang dibangun sejak kecil. Pasalnya, Tyas tumbuh di lingkungan yang tak membatasi minatnya, meski sering dianggap “tomboy” karena menekuni olahraga yang identik dengan laki-laki.
“Orang tua dari dulu selalu support. Mereka bilang, kalau itu pilihan kamu, kamu juga harus tanggung risikonya. Tapi sekolah tetap nomor satu,” katanya.
Dukungan keluarga itulah yang membuatnya berani melangkah, termasuk ketika memilih kuliah jauh dari kampung halamannya di Solo dan bergabung dengan Untidar.
Futsal Masih Sekadar Hobi
Meski kini tampil di kompetisi nasional, Tyas tegas mengatakan bahwa masa depannya tidak di futsal.
“Kalau bisa sih Bea Cukai,” ucapnya sambil tertawa.
Ia menjadikan futsal sebagai ruang untuk berkembang, tapi bukan karier utama. Skala prioritasnya jelas, dan itu yang membuatnya bisa tetap stabil di akademik dan lapangan.
Dan bicara soal Campus League tahun ini, Tyas melihat kompetisi ini spesial. Karena untuk pertama kalinya tim futsal putri Untidar lolos ke tingkat nasional.
“Sebagai pemain, aku merasa banget diperhatikan. Mulai dari panitia sampai LO (Liaison Officer), semuanya detail,” ujarnya. Ia menilai penyelenggaraan Musim Nol ini sudah sangat baik dan layak jadi bekal untuk tahun-tahun berikutnya.
“Satu hari nanti aku bisa cerita ke anakku, kalau ibunya pernah main di Campus League,” tambahnya sembari tertawa lebar dan mengakhiri percakapan.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.