Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kota Magelang
Aufa Aqilah Sempat Tekuni Voli
Punya IPK tinggi bukan berarti tak serius di futsal. Aufa Aqilah dari Universitas Tidar (Untidar) Magelang, membuktikan bahwa akadmik dan olahraga bisa berjalan sama baiknya.
Aufa sudah dua musim mengikuti Campus League Futsal. Pada Futsal Regional Season 0, Aufa menjadi salah satu pemain andalan yang mengantarkan Untidar ke The Nationals.
Musim ini, Aufa kembali membela Untidar di Regional Jogja Season 1. Meski sibuk bertanding di Campus League, ia bercerita bahwa prestasinya di akademik tetap prioritas.
“Iya, IPK-ku 3,69. Alhamdulilah,” jawab Aufa saat ditanya indeks Prestasi Kumulatifnya saat ini.
Mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan itu berhasil menjaga nilainya tetap baik meski aktif membela kampus di lapangan olahraga. Ia mengaku tak mengalami kesulitan membagi waktu antara latihan dan kuliah.
Jadwal latihan yang biasa berlangsung sekali dalam seminggu, memberikan kesempatan untuk tetap fokus belajar dan menyelesaikan kewajiban akademik.
"Untuk latihan, biasanya seminggu sekali. Jadi masih bisa diantisipasi buat belajarnya. Belajarnya juga tidak terlalu suiit ya buat dilakukan." kata Aufa.
Menurutnya, menjaga keseimbangan akademik dan olahraga sangat penting. Terlebih, Untidar merupakan kampus yang menitikberatkan pendidikan akademik dan bukan kampus dengan beasiswa khusus olahraga.
Karena itu, Aufa tetap menempatkan kuliah sebagai prioritas tanpa meninggalkan kesempatan berkembang sebagai pemain futsal, olahraga yang dicintainya.
“Karena kampus saya kan kampus akademik, bukan kampus yang beasiswa olahraga. Jadi, lebih mementingkan akademiknya. Tapi, saya juga ingin mengeksplorasi hal di luar akademik,” katanya.
Beralih ke Futsal karena Cedera
Menariknya, Aufa sebelumnya merupakan pemain bola voli. Cedera tangan membuatnya harus mencari aktivitas olahraga lain dan futsal menjadi pilihan.
“Dulu saya bukan pemain futsal. Jadi, futsal itu hobi saya baru-baru ini di perkuliahan,” ujar Aufa.
Peralihan dari voli ke futsal tentu bukan hal yang mudah, terutama soal adaptasi. Kalau sebelumnya ia terbiasa memainkan bola dengan tangan, kini Aufa harus menggunakan kakinya buat mengolah si kulit bundar.
“Pernah cedera di tangan, jadi sudah enggak bisa main (voli) lagi. Terus saya mencoba hal baru, yaitu futsal, karena futsal kan pakainya kaki. Jadi, ingin mengeksplorasi hal baru saja,” katanya.
Ia butuh waktu sekitar satu hingga dua tahun untuk beradaptasi dengan futsal. Sampai sekarang, ia merasa masih harus banyak belajar agar bisa bermain lebih baik.
Pengalaman bermain di Season 0 juga membantu proses adaptasinya ke futsal. Bermain di Season 1, Aufa mengakui ada perbedaan dibanding dengan musim sebelumnya.
Dulu ia kerap grogi, kini ia lebih nyaman saat berada di lapangan. "Kalau tahun kemarin masih benar-benar pemula karena belum pernah coba lapangan besar juga,” tuturnya.
Meski tetap mengutamakan akademik dan hanya melakoni futsal sebagai eksplorasi hobi, Aufa tetap ingin terus bermain walau sudah lulus. Ia berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang tetap memberinya kesempatan untuk menekuni futsal.
“Saya penginnya kerja yang ada futsalnya, karena futsal itu salah satu hobi yang menurut saya bisa dilakukan kapan saja,” ujarnya sembari tersenyum.
Pokoknya, Aufa masih ingin terus bersentuhan dengan futsal. Ia masih ingin berkembang dan mencari kesenangan di futsal. Makanya, ia tak memasang target muluk di Season 1 ini.
“Target di Campus League sebisa mungkin bertahan dan bisa mengimbangi para atlet yang lebih berpengalaman,” ucapnya.
Aksi Aufa dan tim Untidar di Campus League Futsal Regional Jogja Season 1 bisa disaksikan melalui kanal YouTube resmi Campus League. (GAP)
24 Oktober 2026
10.45 WIB

Universitas Tidar