Jawa Barat
Tahun Depan Bersiap Tampil Kembali
Kehadiran Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung memberikan dampak positif bagi Universitas Widyatama. Bukan hanya dari sisi pertandingan, kompetisi ini juga menjadi sarana evaluasi sekaligus pijakan untuk membangun tim yang lebih kompetitif pada musim-musim berikutnya.
Perjalanan Widyatama musim ini berakhir di fase Regional Playoffs setelah harus mengakui keunggulan Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB). Meski gagal melangkah ke Regional Finals, tim Widyatama tetap membawa pulang banyak pelajaran berharga dari setiap pertandingan yang dijalani.
Pelatih Widyatama, Gian Gumilar, menilai Basketball Campus League menjadi angin segar bagi perkembangan basket kampus di Bandung. Menurut mantan pebasket profesional tersebut, kompetisi ini hadir di saat yang tepat setelah cukup lama minim ajang kompetitif bagi mahasiswa di wilayah Bandung dan sekitarnya.
“Terima kasih banget sama tim Campus League, kami dapat banyak pengalaman,” kata Gian.
Baginya, nilai terbesar dari sebuah kompetisi bukan hanya soal hasil akhir, melainkan proses yang dijalani selama berada di lapangan. Dari setiap pertandingan, para pemain mendapatkan pengalaman yang sulit diperoleh hanya melalui latihan rutin.
"Untuk teknis gamenya kami dapat pengalaman, saat skor jauh lawan ITHB kami jadi tahu apa yang harus dibenahi, lalu IQ basketnya, skill, dan semuanya banyak didapat dari CL ini,” tambahnya.
Menurut Gian, Basketball Campus League mampu menghadirkan atmosfer kompetitif yang dibutuhkan oleh tim-tim kampus. Setiap pertandingan memaksa pemain untuk berpikir lebih cepat, mengambil keputusan yang tepat, serta memahami detail-detail permainan yang sering kali menjadi pembeda di lapangan.
Karena itu, ia berharap kompetisi ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin bagi basket mahasiswa Indonesia, khususnya di Bandung.
“Tolong diteruskan (Campus League) karena kita kekurangan liga,” ucapnya sembari tertawa.
Lebih jauh, Gian memastikan Widyatama akan kembali ambil bagian pada musim berikutnya. Kekalahan di Regional Playoffs tidak membuat semangat tim surut. Sebaliknya, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menyusun langkah yang lebih matang ke depan.
Sebagai kampus yang memiliki program beasiswa atlet, Widyatama berkomitmen terus memperkuat kualitas tim basketnya. Salah satu fokus utama yang akan dibenahi adalah pola rekrutmen pemain agar kebutuhan tim dapat terpenuhi secara lebih efektif.
“Harus ikut dong (musim depan), kan bukan berarti kalah sekarang terus musim depan gak ikut karena kami kampus beasiswa juga kan,” tuturnya.
“Mungkin yang harus diubah pola rekrutman SDM. Untuk level mahasiswa, sebetulmya sudah harus pemain ‘jadi’ dan bukan membina lagi,” tukasnya.
Sebelum menutup perjalanan musim ini, Widyatama masih memiliki satu pertandingan penting. Mereka akan menghadapi tuan rumah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam perebutan peringkat ketiga Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung yang berlangsung Jumat (22/5). (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.