DKI Jakarta
Jalankan Regenerasi demi Menjaga Nama Besar
Institut Perbanas Jakarta memastikan langkah ke Basketball Campus League Season 1 The Nationals Four setelah menundukkan Universitas Bina Nusantara (Binus) dengan skor 52-43 pada laga terakhir Grup B di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Kamis (11/6).
Namun bagi Perbanas, kemenangan tersebut bukan sekadar tiket menuju empat besar nasional. Ada sesuatu yang lebih besar yang terus mereka bawa ke setiap pertandingan, yakni Perbanas Mentality.
Bicara Perbanas dan basket memang sulit dipisahkan. Kampus yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, itu sudah lama menjadi salah satu nama besar dalam ekosistem bola basket Indonesia. Tidak sedikit pemain yang pernah menorehkan prestasi di level nasional lahir dari program basket Perbanas.
Nama-nama seperti Youbel Sondakh, Christian Ronaldo Sitepu, Cecilia Dwi Maya, Sandy Ibrahim, Fernando Manangsang, hingga Daniel Salamena menjadi bukti kuat bagaimana Perbanas terus menjadi salah satu ‘'raja'' basket Indonesia.
Kini, Perbanas hadir di Basketball Campus League dengan wajah yang berbeda. Tim yang tampil musim ini banyak diisi oleh pemain-pemain muda hasil regenerasi. Bahkan, sekitar 60 hingga 70 persen skuad mengalami peremajaan.
Meski begitu, satu hal yang tidak berubah adalah identitas yang terus dijaga.
Pelatih Perbanas, Zulfahrizal, memastikan bahwa regenerasi tidak membuat standar tim menurun. Sebaliknya, proses tersebut justru menjadi cara untuk memastikan nama besar Perbanas tetap hidup dari generasi ke generasi.
“Sebenernya sih memang untuk tahun ini kami lagi benar-benar melakukan regenerasi. Regenerasi 60-70 persen. Mungkin kami salah satu tim yang lebih dulu melakukan regenerasi dibanding kampus-kampus lain,” ujar Zulfahrizal.
Menurut pria yang akrab disapa Coach R itu, para pemain muda Perbanas memang sempat berada dalam bayang-bayang para senior yang telah berkiprah di level profesional. Namun ia menegaskan bahwa masa depan basket Perbanas kini berada di tangan generasi baru tersebut.
“Saya bilang sama mereka, kemarin-kemarin mereka ada di bayang-bayang para seniornya yang main di IBL dan lain-lain. Tahun ini saya harus percaya mereka karena masa depan Perbanas ada di mereka,” lanjutnya.
Kepercayaan itu dibangun lewat satu nilai yang selalu ditanamkan kepada seluruh pemain, yakni mentalitas.
Coach R bukan sosok asing dalam dunia basket nasional. Selain pernah menjadi asisten pelatih Hangtuah Jakarta, ia juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan tim basket putra DKI Jakarta meraih medali emas pada PON Aceh-Sumatera Utara 2024.
Pengalaman bersaing di level tertinggi tersebut kini coba ia tularkan kepada skuad Perbanas.
Baginya, faktor utama yang menentukan performa sebuah tim bukan hanya soal strategi atau kemampuan individu. Energi dan kepercayaan diri menjadi fondasi yang harus dimiliki setiap pemain.
“Saya bilang sama anak-anak, mereka harus percaya diri. Jangan sampai mentalitas mereka kalah dengan energi lawan,” kata Coach R.
“Di manapun saya melatih, mau di PON, tim IBL, kampus, ataupun sekolah, prinsipnya sama. Energi kami tidak boleh kalah dari energi lawan. Sebab itu yang menentukan kami bisa tampil maksimal atau tidak di lapangan.”
Filosofi tersebut menjadi bagian dari Perbanas Mentality yang terus diwariskan kepada setiap generasi pemain.
Menurut Coach R, siapapun yang mengenakan jersey Perbanas harus memahami bahwa mereka membawa nama besar yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Saya bilang sama mereka, mau ada siapapun itu sama. Perbanas tetaplah Perbanas,” tegasnya.
“Mau siapapun yang ada di lapangan, kamu harus tahu nama besar itu. Mau kamu cadangan, mau kamu pemain rotasi, kalau kamu sudah di Perbanas, mentalitasnya harus di atas segalanya. Perbanas Mentality.”
Mentalitas itulah yang kembali terlihat saat Perbanas menghadapi Binus pada laga penentuan Grup B. Sempat menghadapi tekanan sepanjang pertandingan, mereka mampu tetap tenang dan menemukan cara untuk mengamankan kemenangan yang membawa mereka ke The Nationals Four.
Kini, langkah Perbanas masih berlanjut. Regenerasi boleh berjalan, nama-nama besar boleh berganti, tetapi identitas sebagai salah satu kekuatan besar basket kampus Indonesia tetap melekat. Tradisi juara dan mentalitas yang telah dibangun selama bertahun-tahun terus menjadi fondasi Perbanas. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Melewati Overtime dengan Kemenangan atas UKSW
'Rhinos' Taklukkan UKSW Lewat Drama Overtime
Bersiap Hadapi UKSW di The Nationals Final

Zulfahrizal: Bukan Nama Pemain, Tapi Perbanas
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.