Semarang
Bangun Sistem Untuk Menjuarai Nasional

Tim Basket Putri Soegijapranata Catholic University (SCU) menunjukan konsistensinya sebagai salah satu kekuatan utama di Basketball Campus League Season 1. Setelah menjuarai Regional Yogyakarta, tim asal Semarang itu berhasil melanjutkan tren positif mereka di The Nationals.
Kemenangan atas tuan rumah Universitas Pelita Harapan (UPH) pada laga Grup C, Senin (8/6), menjadi kemenangan kedua SCU di fase grup sekaligus menempatkan mereka selangkah lebih dekat menuju The Nationals Four. Hasil tersebut memperpanjang catatan impresif tim asuhan Arief Djazuli Rachmat yang belum terkalahkan sejak fase regional.
Sistem Kolektivitas Tim
Di balik performa konsisten tersebut, Arief mengungkapkan bahwa kekuatan utama SCU bukan terletak pada individu tertentu, melainkan dari sistem yang menekankan pada kekuatan kolektivitas. Cara ini dibangun dan dirawat selama bertahun-tahun.
Hal itu terlihat dari pola rotasi pemain yang kerap dilakukan sepanjang pertandingan. Meski banyak pemain keluar masuk tim, level permainan SCU tetap stabil dan tidak mengalami penurunan signifikan.
"Kami menerapkan bahwa semua pemain menjalani materi latihan yang sama. Mereka punya hak dan kewajiban yang sama. Jadi siapa pun yang bermain harus percaya pada dirinya sendiri dan percaya kepada rekan satu timnya," ujar Arief seusai pertandingan.
Menurutnya, filosofi tersebut menjadi alasan mengapa regenerasi pemain di SCU berjalan relatif mulus. Pergantian pemain dari musim ke musim tidak mengubah identitas permainan tim karena seluruh anggota skuad memahami standar yang sama sejak awal.
"Kami ingin anak-anak konsisten dan disiplin terhadap standar strategi bermain yang sudah disepakati bersama dan dilatih dalam waktu yang lama," katanya.
Semua Pemain punya Peran Sama
Kehadiran beberapa pemain yang memiliki pengalaman bersama tim nasional juga tidak membuat SCU bergantung pada satu atau dua nama saja. Arief menegaskan bahwa seluruh pemain memiliki peran yang sama pentingnya dalam sistem permainan yang diterapkan.
"Teman-teman yang dari tim nasional juga memberikan kepercayaan kepada pemain lain. Di sini semua sama rata. Kami tidak bisa bertumpu pada pemain tim nasional saja. Ini olahraga tim, jadi kami harus bermain bersama," tegasnya.
Selama ini, SCU memang rutin menyumbang pemain ke timnas basket putri Indonesia. Untuk saat ini, mereka punya Diva Intan Nurfadilah yang baru selesai membela Indonesia di ajang basket 3x3 di Tiongkok sehingga harus absen di Regional Yogyakarta. Ada pula kapten Erinindita Prias Madafa yang baru selesai menjalani pelatnas timnas basket 5x5 di Surabaya, Jawa Timur.
Benahi Mental
Meski meraih dua kemenangan beruntun, Arief mengaku masih ada satu aspek yang terus menjadi perhatian utama tim pelatih, yakni mentalitas pemain.
Menurutnya, kualitas teknik dan strategi memang penting, tetapi kesiapan mental menjadi faktor yang paling menentukan saat menghadapi pertandingan-pertandingan besar di level nasional.
"Yang kami benahi terus adalah mental. Ada beberapa pemain yang belum siap ketika masuk pertandingan. Padahal di level nasional ini tidak ada lawan yang mudah," ujarnya.
Karena itu, sejak keberangkatan dari Semarang, Arief sudah menanamkan kepada para pemain bahwa setiap pertandingan di The Nationals harus diperlakukan layaknya laga final.
"Buat kami semua pertandingan di level nasional adalah final. Tidak ada istilah memilih lawan atau merasa sudah aman. Semua pertandingan harus dimenangi," katanya.
Pelatih yang dikenal disiplin itu juga menilai kualitas persaingan di The Nationals jauh berbeda dibandingkan fase regional. Seluruh tim yang tampil merupakan juara atau tim terbaik dari masing-masing wilayah sehingga tingkat kompetisinya meningkat signifikan.
"Kualitas lawan di nasional jelas jauh lebih baik. Tapi memang sejak awal kami membentuk tim ini bukan hanya untuk menjadi juara regional. Kami ingin menjadi juara nasional," ujar Arief.
Target tersebut bukan sesuatu yang baru bagi SCU. Ia mengungkapkan bahwa ambisi menjadi juara nasional sudah menjadi kesepakatan bersama antara tim pelatih dan para pemain sejak tahun 2024.
Meski telah meraih dua kemenangan penting, evaluasi tetap dilakukan. Arief kembali menegaskan bahwa faktor mental akan menjadi pekerjaan rumah terbesar apabila SCU ingin mewujudkan target mengangkat trofi The Nationals musim ini.
"Kalau evaluasi, kembali lagi ke mental. Anak-anak harus siap bermain dalam kondisi apa pun. Mental adalah segalanya. Itu tidak bisa dilatih secara instan, tidak bisa dibeli, dan tidak bisa terlihat dari luar. Semua kembali kepada seberapa besar kemauan mereka untuk menang," tutupnya.
Dengan sistem permainan yang kuat, kedalaman skuad yang merata, dan target juara yang sudah ditanamkan sejak lama, SCU kini semakin menunjukkan diri sebagai salah satu kandidat terkuat untuk merebut gelar Basketball Campus League Season 1 The Nationals.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Tanamkan Mindset Tidak Mau Remehkan Lawan
Kalahkan UKSW Putri di The Nationals Four 67-23

Arief Djazuli Rachmat Sebut The Nationals Jauh Lebih Keras
The Patriots Kalahkan Stingers Lewat Pertabndingan yang Seru
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.