Semarang
Arief Djazuli Rachmat Sebut The Nationals Jauh Lebih Keras

Pelatih Soegijapranata Catholic University (SCU), Arief Djazuli Rachmat, menilai keberhasilan timnya menyapu bersih seluruh pertandingan Grup C Putri Basketball Campus League Season 1 The Nationals menjadi bukti bahwa anak asuhnya mampu melewati salah satu grup paling kompetitif di kompetisi ini.
Kepastian lolos ke The Nationals Four alias semifinal diraih setelah SCU menundukkan Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta dengan skor 59-52 pada laga terakhir fase grup yang berlangsung di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Kamis (11/6).
Kemenangan tersebut melengkapi catatan sempurna The Patriots setelah mengalahkan Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).
"Kalau sudah sampai di level nasional, tidak ada lawan yang mudah. Semua tim datang ke sini untuk menjadi juara, bukan sekadar menjadi peserta," ujar Arief.
Meski SCU sudah berada dalam posisi aman sebelum laga melawan Binus, Arief menegaskan dirinya tidak pernah berpikir untuk melepas pertandingan tersebut.
Baginya, menjaga karakter bermain dan konsistensi tim jauh lebih penting daripada sekadar memikirkan hasil akhir.
"Saya tidak mau melepas game ini. Saya juga tidak mau mengubah karakter atau ritme bermain anak-anak. Mereka harus tetap konsisten menjalankan peran masing-masing dan tetap mengejar kemenangan," katanya.
Menurut Arief, pertandingan melawan Binus justru menjadi simulasi yang sangat berharga menjelang babak semifinal karena memberikan pengalaman menghadapi laga ketat hingga menit akhir.
Ia menilai pengalaman seperti itu tidak banyak didapatkan pemainnya saat tampil di regional. "Game ini sangat penting untuk pembelajaran anak-anak. Mereka belajar bagaimana menjaga ritme permainan, mengatur tempo, dan tetap tenang dalam situasi pertandingan yang ketat," jelasnya.
Arief juga menyoroti perbedaan kualitas kompetisi antara regional dan nasional. Menurutnya, intensitas pertandingan di The Nationals jauh lebih tinggi karena seluruh tim yang lolos merupakan kampus-kampus terbaik dari wilayah masing-masing.
"Kalau dibandingkan regional, pertandingan di nasional jelas lebih keras. Semua tim punya kualitas, semua datang dengan persiapan terbaik, dan semuanya ingin menjadi juara," ungkapnya.
Arief bahkan menyebut Grup C sebagai grup yang sangat menantang. Selain menghadapi tuan rumah UPH, mereka juga harus berhadapan dengan Binus dan Unpar yang sama-sama memiliki kualitas permainan baik.
"Kami mendapatkan lawan-lawan yang bagus. UPH sebagai tuan rumah tim yang kuat, Binus juga sangat kompetitif. Jadi menurut saya kami lolos dari grup yang kualitas persaingannya sangat baik," katanya.
Meski berhasil menjadi juara grup, Arief mengingatkan anak asuhnya untuk tidak cepat puas. Menurutnya, tantangan yang lebih besar justru akan datang di babak semifinal.
Karena itu, fokus utama tim saat ini adalah menjaga konsentrasi, memperbaiki detail permainan, dan mempersiapkan mental menghadapi siapa pun lawan berikutnya.
"Anak-anak harus tetap fokus kepada tim dan pertandingan berikutnya. Jangan melihat nama lawan atau merasa sudah pernah bertemu sebelumnya. Semua tim berkembang dan berprogres selama kompetisi berlangsung," ujarnya.
Arief menegaskan bahwa kesiapan mental akan menjadi faktor yang sama pentingnya dengan strategi dan kemampuan teknis dalam menghadapi persaingan di empat besar.
"Siapapun lawannya nanti, anak-anak harus mempersiapkan mental dengan baik. Di level seperti ini, mental dan fokus sering kali menjadi pembeda dalam pertandingan," tutupnya.
Di babak semifinal, The Patriots akan bertemu dengan runner-up grup D, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, sekaligus menjadi duel ulangan Regional Finals Yogyakarta. Ketika itu, SCU menang untuk juara dan UKSW menjadi runner-up.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Tanamkan Mindset Tidak Mau Remehkan Lawan
Kalahkan UKSW Putri di The Nationals Four 67-23
The Patriots Kalahkan Stingers Lewat Pertabndingan yang Seru

Bangun Sistem Untuk Menjuarai Nasional
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.