SURABAYA
Kuliah Jalan, Karier Basket Juga Ngebut

Menjadi student-athlete bukan sekadar soal jago di lapangan, tapi juga soal disiplin membagi waktu. Hal itu tergambar jelas dari sosok Frederico Nathanael Darmawan, pemain Universitas Airlangga (Unair) yang kini sudah mencicipi kerasnya kompetisi profesional di Indonesian Basketball League (IBL).
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, motor serangan Unair itu tetap mampu tampil impresif. Bahkan, dalam salah satu laga Campus League, ia jadi pusat perhatian usai mencatatkan double-double—31 poin dan 15 rebound. Performa itu sampai membuat pelatih Universitas Ciputra Surabaya, Risto Gerol Foekh, harus memutar otak untuk meredam pergerakannya.
Performa gemilang itu berlanjut di laga terakhir fase grup. Menghadapi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Frederico tampil dominan dan membawa Unair mengamankan kemenangan telak 96-46 di GOR Basket Unesa, Senin (27/4). Pemain Pacific Caesar Surabaya tersebut mencatatkan 35 poin, 10 rebound, dan 3 assist berkelas.
Satu-satunya Pemain Pro
Menariknya, mahasiswa FISIP jurusan Hubungan Internasional itu menjadi satu-satunya pemain Unair yang aktif di level profesional. “Dari Unair yang di pro cuma aku. Yang lain mungkin ada di klub, tapi nggak banyak,” ujarnya.
Meski sudah masuk rotasi tim pro, ia mengakui menit bermainnya masih terbatas. Kondisi itu justru dimanfaatkan untuk tetap aktif lewat kompetisi kampus. “Minute play-ku masih kurang, jadi kebetulan ada Campus League, ikut aja biar nggak diam,” katanya santai.
Manajemen Waktu
Soal membagi waktu, Frederico tidak menutup-nutupi tantangannya. Kuliah dan basket jelas bukan kombinasi yang mudah.
“Agak sulit, tapi untungnya sampai sekarang nilainya masih aman,” ungkapnya. Saat ini, sebagai mahasiswa semester 8 dengan dengan IPK 3.0, jadwal kuliahnya mulai lebih longgar dibanding masa-masa semester tengah yang jauh lebih padat.
Dukungan kampus juga jadi faktor penting. Frederico menyebut Unair cukup fleksibel terhadap atlet. “Kalau ada tanding, kasih surat, mereka terima. Jadi izin-izin cukup gampang,” jelasnya. Meski begitu, ia tetap harus pintar menjaga keseimbangan agar akademik tidak terganggu.
Ketika ditanya soal prioritas, jawabannya tegas: kuliah tetap nomor satu. “Semua coach, orang tua juga bilang selesain kuliah dulu. Basket bisa dikejar lagi,” ujarnya. Ia pun menargetkan lulus secepat mungkin sebelum kembali fokus penuh ke dunia basket.
Orangtua Sempat Khawatir
Soal dukungan keluarga, Frederico sempat menghadapi keraguan. Orang tuanya dulu khawatir masa depan atlet tidak menjanjikan. Namun, situasi berubah setelah ia mulai berpenghasilan dari basket, baik di level profesional maupun turnamen antar kampung (tarkam). “Sekarang mereka support, karena lihat ada penghasilan juga,” katanya.
Pengalamannya di Campus League pun meninggalkan kesan positif. Menurutnya, kompetisi ini punya potensi besar untuk mengembangkan olahraga di level kampus. “Untuk tahun pertama ini udah oke banget. Pesertanya banyak, penyelenggaraannya juga rapi,” ungkapnya.
Frederico juga melihat jalur olahraga kini semakin menjanjikan. “Sekarang olahraga sudah sangat dipandang. Event juga banyak, sudah bisa jadi jalan hidup,” tutupnya.
Kisah Frederico jadi bukti bahwa menjadi mahasiswa dan atlet bukan hal yang saling bertabrakan. Dengan manajemen waktu, dukungan lingkungan, dan tekad kuat, keduanya bisa berjalan beriringan, bahkan sama-sama bersinar.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Menjaga IPK 3,67 di Tengah Padatnya Jadwal Badminton

Tanpa Beban dan Main Maksimal

Kalahkan UB dengan Skor 55-38

Target Terlampaui, Kini Bidik Posisi Tiga
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.