Kab. Sleman
Mereka Fokus Membangun Ulang Kekuatan
Universitas Atma Jaya Yogyakarta sedang membangun ulang kekuatan basket mereka. Sempat vakum, kini kampus yang berbasis di Babarsari itu kembali serius membangun ekosistem basket dengan dukungan penuh untuk para student-athlete.
Langkah awal itu sudah terlihat di Campus League Season 1 Regional Yogyakarta. Tim putra dan putri Atma Jaya mampu menembus Regional Playoffs alias semifinal, walau akhirnya laju mereka dihentikan oleh Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).
Meski belum melangkah ke The National, pencapaian ini menjadi sinyal positif dari proses rebuild yang sedang berjalan. Dukungan kampus menjadi fondasi utama. Hal ini ditegaskan oleh Yosef Daryanto S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, CSCA., selaku Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama. Ia menyebut Atma Jaya terus berupaya menjaga eksistensi basket di tengah ketatnya persaingan antar kampus di Yogyakarta.
“Setiap tahun kami mengusahakan beasiswa-beasiswa untuk pemain-pemain terbaik,” kata Yosef, Rabu (6/5).
Ia tidak menutup mata bahwa kompetisi basket kampus di Yogyakarta sangat kompetitif. Banyak kampus memberikan fasilitas dan beasiswa bagi atlet berprestasi, khususnya di cabang basket. Namun, Atma Jaya tetap berkomitmen untuk berkembang.
“Tapi kami tetap mengusahakan yang terbaik, agar basket juga terus berkembang di Atma Jaya. Setidaknya di Yogya ini, kami masih ada dan kami jaga terus,” lanjutnya.
Saat ini, Atma Jaya memiliki dua skema beasiswa untuk mendukung student-athlete, yakni beasiswa atlet nasional serta beasiswa prestasi olahraga dan seni. Keduanya menjadi jalur penting untuk menjaring talenta sekaligus memastikan keberlanjutan program.
Yosef menjelaskan bahwa beasiswa atlet nasional mencakup pembiayaan pendidikan secara penuh. Sementara untuk beasiswa prestasi olahraga dan seni, cakupannya sekitar 60 persen.
Proses rekrutmen juga dilakukan secara komprehensif. Tidak hanya melalui seleksi administrasi, tetapi juga penilaian kemampuan bermain basket yang melibatkan langsung tim pelatih, termasuk pelatih kepala Kho Andhika Bastian Kosasih.
“Selain dari kami secara seleksi administrasi, tentu skill juga diuji para coach yang ada,” ucap Yosef.
Menariknya, Atma Jaya juga menekankan keseimbangan antara akademik dan olahraga. Student-athlete didorong untuk tetap berprestasi di kelas, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan penuh dalam bentuk jenis beasiswa.
“Ada yang akademiknya bagus, kami salurkan melalui jalur akademik. Sementara kalau yang bagus hanya di prestasi olahraga, basket misalnya, ya kami arahkan ke beasiswa olahraga,” jelas Yosef.
Bakal Balik Lagi Tahun Depan
Komitmen Atma Jaya tidak berhenti di musim ini. Mereka memastikan akan kembali berkompetisi di Campus League tahun depan dengan persiapan yang lebih matang.
“Ya tentulah,” ujar Kho Andhika dengan nada bersemangat.
Sebagai pelatih kepala, Kho Andhika menegaskan bahwa timnya sedang dalam proses membangun ulang. Ia juga menyoroti besarnya dukungan dari pihak kampus yang menjadi energi tambahan dalam perjalanan ini.
“Luar biasa bantuan dari Pak Yosef dan kampus. Kami dulu sempat vakum karena Covid, kami dulu era 2008-2010-an memiliki generasi basket yang baik,” cerita Kho Andhika.
Sempat vakum dua tahun akibat pandemi, Atma Jaya kini kembali bergerak. Kho Andhika langsung membentuk ulang tim begitu aktivitas basket kembali berjalan.
“Kami ini ngebangun lagi, proses rebuild,” ucap sosok senior di bola basket Jawa Tengah dan DIY itu,.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus, khususnya bidang kemahasiswaan, yang terus mendukung perkembangan basket Atma Jaya. Dengan fondasi tersebut, ia optimistis timnya bisa kembali bersaing di level regional hingga nasional.
Sebagai penutup musim, Atma Jaya masih memiliki target realistis. Tim putra akan menghadapi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sementara tim putri bertemu Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dalam perebutan peringkat ketiga.
“Semoga besok, kami bisa menjadi tim peringkat tiga,” tutup Kho Andhika. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Pernah Memperkuat PB Djarum
Sudah Saling Mengenal dengan UKSW
Kalahkan STIKES Nasional 77-56
Kalahkan UNS dengan Pertandingan Ketat
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.