Kota Jakarta Barat
Menyatukan Pemain dari Lima Kampus Binus

Universitas Bina Nusantara (Binus) membidik podium di Campus League Badminton Season 1 Regional Jabodetabek yang menurut rencana akan berlangsung pada 19–22 Juli 2026. Demi mewujudkan target tersebut, Binus membentuk satu tim yang berisi atlet mahasiswa dari lima kampus berbeda di bawah naungan universitas tersebut.
Persiapan tim terus dimatangkan melalui latihan rutin dua kali sepekan di Hall Binus Kemanggisan, Kampus Syahdan, Jakarta Barat. Selain meningkatkan kualitas permainan, program tersebut difokuskan untuk membangun chemistry antarpemain yang berasal dari Binus Kemanggisan, Binus Alam Sutera, Binus Bandung, Binus Semarang, hingga Binus Online.
Manajer Tim Badminton Binus, Badar Trihari, mengatakan persiapan berjalan sesuai rencana meski belum seluruh pemain dapat berkumpul di Jakarta. Empat atlet masih mengikuti turnamen di luar kota sehingga latihan belum diikuti skuad secara lengkap.
"Persiapan dari tim badminton Binus untuk kompetisi Campus League Season 1 sudah cukup matang, walaupun beberapa pemain saat ini belum bisa latihan bareng di Jakarta karena ada empat pemain kami yang sedang mengikuti kompetisi di luar kota," ujar Badar, Jumat (24/7).
Persiapan tersebut sebenarnya telah dimulai sejak Campus League mengumumkan kehadiran kompetisi badminton antarmahasiswa. Tim pelatih dan pengurus UKM Badminton Binus langsung menyusun komposisi pemain yang diproyeksikan tampil pada musim perdana.
Sebanyak 10 pemain akhirnya dipilih untuk memperkuat Binus di Regional Jabodetabek. Proses seleksi menjadi tantangan tersendiri karena para atlet berasal dari berbagai kampus Binus yang memiliki latar belakang kompetisi dan pengalaman berbeda.
Menurut Badar, pemilihan pemain tidak hanya didasari pada performa latihan. Bersama pengurus UKM Badminton Binus dan staf pelatih, ia lebih dahulu memetakan atlet yang telah masuk dalam basis data tim. Penampilan di berbagai turnamen, termasuk kalender PBSI, menjadi salah satu pertimbangan utama.
"Untuk seleksinya memang saya dan bersama teman-teman pengurus UKM Badminton Binus dan staf pelatih sudah memiliki data-data pemain atau atlet yang siap diturunkan di berbagai kompetisi dan tingkatannya," ucap Badar.
"Apalagi di Binus ada beberapa mahasiswa yang memang masih aktif di klub dan pelatnas, jadi kami melihat dari hasil mereka mengikuti kompetisi di luar ataupun kompetisi yang sudah masuk kalender PBSI," jelasnya menambahkan.
Setelah komposisi tim terbentuk, fokus berikutnya adalah menyatukan pola permainan. Koordinator Pelatihan dan Atlet Badminton Binus, Vincent Christian, mengatakan latihan dua kali setiap pekan dimanfaatkan untuk membangun kekompakan sekaligus menyelaraskan gaya bermain para atlet.
"Kami latihan rutin dua kali seminggu bersama pelatih. Selain menjaga kondisi permainan, latihan juga difokuskan untuk membangun chemistry karena pemain berasal dari beberapa kampus Binus," kata Vincent.
Beradengan Sistem Skor Baru
Selain membangun kekompakan, Binus juga mulai membiasakan diri dengan sistem skor terbaru Badminton World Federation (BWF) yang akan digunakan di Campus League Badminton Season 1.
Format pertandingan 15 poin best of three games (15x3) telah beberapa kali diterapkan dalam sesi latihan. Menurut Vincent, perubahan tersebut membuat tempo pertandingan menjadi lebih cepat sehingga setiap reli memiliki arti yang lebih besar.
"Sudah beberapa kali dicoba saat latihan. Main jadi lebih cepat dan tidak terlalu capek, tetapi setiap poin jadi lebih penting," tutur Vincent.
Badar menilai perubahan regulasi tersebut menjadi tantangan baru yang harus direspons seluruh peserta, termasuk Binus.
"Dari kami menyambut baik aturan poin baru BWF yang akan digunakan di Campus League Season 1. Tentunya ini merupakan hal baru untuk tim kami, tetapi kami siap beradaptasi menggunakan sistem tersebut saat kompetisi dimulai," ujar Badar.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, Binus memasang target realistis pada musim perdana Campus League Badminton. Langkah pertama yang dibidik adalah finis di zona podium agar dapat melangkah ke The National.
"Target kami tentunya yang pertama adalah lolos ke The National dulu. Artinya, di putaran regional kami harus mampu meraih podium," tutup Badar. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Melangkah Lewat Doa, Keluarga, dan Tanggung Jawab Moral

Jelang Laga Penentuan Kontra Perbanas
Stingers Berada di Peringkat Kedua Sementara

Pimpin The Stingers Jelang Laga Penentuan
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.