icon-logo-campus-league
icon-logo-campus-league
icon-logo-campus-league

Universitas Bina Nusantara

Kota Jakarta Barat

UBINUS
Selamat datang di halaman profil resmi Universitas Bina Nusantara di Campus League 2026. Universitas Bina Nusantara merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka yang berpartisipasi aktif dalam ajang kompetisi olahraga mahasiswa terbesar dan paling bergengsi di Indonesia. Di halaman ini, Anda dapat menemukan informasi lengkap mengenai profil kampus, daftar nama atlet dan squad resmi, jadwal pertandingan mendatang, hasil skor akhir, klasemen grup, galeri foto dokumentasi event, video highlight pertandingan, serta berita dan artikel terkini mengenai perjuangan tim UBINUS di cabang olahraga futsal, basketball, badminton, dan unigames. Mari berikan dukungan penuh dan apresiasi tinggi bagi para atlet mahasiswa Universitas Bina Nusantara yang berjuang keras membawa nama baik almamater mereka di pentas olahraga nasional Campus League!
Berita
22 Jul 2026

Cara Fachrie Abhyasa Bangkit Dari Hujatan Netizen

Melangkah Lewat Doa, Keluarga, dan Tanggung Jawab Moral

Cara Fachrie Abhyasa Bangkit Dari Hujatan Netizen

Di balik sengitnya persaingan Basketball Campus League The Nationals 2026, ada pertarungan lain yang tak terlihat di atas lapangan. Bukan soal mencetak poin atau menghentikan lawan, melainkan pertarungan melawan tekanan mental akibat hujatan di media sosial.

Situasi itu dialami pebasket Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta yang menjadi "Raja Rebound" The Nationals 2026, Fachrie Abhyasa, setelah insiden dalam pertandingan Regional Playoffs Jakarta melawan Institut Perbanas di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten. Dalam perebutan bola, Fachrie terjatuh dan menimpa pemain Perbanas, Rafi Bepasha, hingga menyebabkan cedera serius pada bagian wajah.

Insiden tersebut memicu gelombang komentar negatif di media sosial. Akun pribadinya dipenuhi hujatan, spam, hingga berbagai tudingan yang membuat konsentrasinya sempat terganggu menjelang pertandingan-pertandingan berikutnya.

"Jujur pasti ganggu konsentrasi. Pikiran jadi ke mana-mana, kepikiran kondisi Rafi, takut berlebihan, dan komentar-komentar netizen emang banyak banget ya," ujar Fachrie.

Ia mengakui sempat membaca berbagai komentar yang masuk, bahkan banyak di antaranya menyebut dirinya sengaja mencederai lawan.

"Banyak yang mention, komentar aneh-aneh. Ada yang bilang saya atlet UFC, MMA, macam-macam. Mau dijelaskan atau klarifikasi juga rasanya sulit karena orang kan pasti udah punya penilaian sendiri," katanya.

Meski demikian, Fachrie memilih untuk tidak larut dalam tekanan tersebut. Baginya, yang terpenting adalah bertanggung jawab atas apa yang terjadi dan memastikan hubungan baik dengan Rafi tetap terjaga.

Sampaikan Permohonan Maaf

Tak lama setelah insiden itu, Fachrie bersama beberapa rekan setim, pelatih, dan asisten pelatih Binus menjenguk Rafi yang menjalani perawatan di RS Hermina Jatinegara, Jakarta Timur. Di hadapan Rafi dan keluarganya, Fachrie menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

"Sebagai profesional, saya minta maaf langsung kepada Rafi, kepada keluarganya, dan juga kepada timnya. Itu tanggung jawab moral saya. Walaupun kejadian itu memang tidak ada unsur kesengajaan," ujarnya.

Kunjungan tersebut menjadi momen yang melegakan bagi Fachrie. Ia bersyukur karena keluarga Rafi menerima permintaan maafnya dengan lapang dada.

"Rafi menyambut dengan baik. Mamanya juga sangat baik, bahkan kakek dan neneknya juga. Mereka menerima keadaan yang terjadi. Saya justru merasa tidak tega karena kejadian itu melibatkan saya," ungkapnya.

Di tengah tekanan yang datang bertubi-tubi, Fachrie mengaku memiliki cara sederhana untuk mengembalikan fokusnya sebagai seorang student-athlete.

Langkah pertama yang ia lakukan adalah berserah kepada Sang Khalik. "Kalau dari saya pribadi, pertama selalu berdoa kepada Tuhan," katanya.

Selain itu, ia mencari dan mendapat kekuatan dari orang-orang terdekat, terutama keluarga, sahabat, pelatih, dan rekan satu tim yang terus memberikan dukungan selama masa sulit tersebut.

"Saya minta support dari orang tua, orang-orang terdekat, dan orang-orang tersayang. Itu yang membantu mengembalikan konsentrasi dan mental saya."

Menurutnya, komentar negatif di media sosial tidak semuanya layak dijadikan beban.

"Saya akhirnya cukup sadar dan tidak menganggap itu sebagai hal yang serius. Komentar-komentar itu kebanyakan hanya mencemooh, bukan memberi solusi."

Dukungan juga datang dari lingkungan basket. Pelatih, rekan setim, hingga sejumlah pengurus Perbasi Jakarta terus menguatkan mentalnya agar tetap fokus menghadapi pertandingan berikutnya.

"Banyak yang mengingatkan kalau basket memang olahraga body contact. Musibah bisa terjadi selama tidak ada unsur kesengajaan."

Mental yang kembali pulih membuat Fachrie mampu tampil maksimal pada laga-laga berikutnya. Ia tidak membiarkan tekanan di luar lapangan mengganggu performanya saat membantu Binus bersaing di level nasional.

Pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran penting baginya sebagai seorang mahasiswa sekaligus atlet. "Kalau musibah emang kadang nggak bisa dicegah. Yang penting setelah itu kita bersikap profesional, jaga emosi, dan tanggung jawab aja sebagai seorang student-athlete."

Di tengah perjalanan karier basketnya, Fachrie juga menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Meski peluang menuju level profesional terbuka, ia ingin terlebih dahulu menyelesaikan pendidikan sarjana.

"Saya mau lulus S1 dulu. Gelar itu penting, apalagi di Indonesia. Setelah itu baru lihat ke depan, lanjut ke dunia pekerjaan atau bermain profesional."

Bagi Fachrie, pengalaman menghadapi hujatan publik menjadi ujian yang membentuk kedewasaannya sebagai atlet muda. Ia belajar bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di lapangan, tetapi juga oleh keberanian menghadapi tekanan, bertanggung jawab atas setiap tindakan, dan tetap berdiri tegak ketika sorotan publik mengarah kepadanya.

Baginya, Basketball Campus League bukan hanya menghadirkan pertandingan yang kompetitif, ketat, dan sengit dengan penyelenggaraan yang profesional, tetapi juga menjadi tempat yang membentuk karakter seorang student-athlete.

Menurutnya, setiap pertandingan menghadirkan tantangan yang mengajarkan pemain untuk tetap disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki mental yang kuat, termasuk saat menghadapi tekanan di luar lapangan.

Pengalaman menghadapi hujatan di media sosial hingga memilih bertanggung jawab dengan meminta maaf langsung kepada Rafi Bepasha menjadi pelajaran paling berharga baginya.

"Campus League mengajarkan saya bukan hanya bermain basket, tetapi juga bagaimana menjadi student-athlete yang profesional dan kuat secara mental," tutupnya.

Tag
Campus LeagueBasketballSeason 1Universitas Bina Nusantara

Pertandingan Terdekat

Lihat Jadwal

Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Berita Lainnya

Lihat Berita Lainnya

OUR SPONSOR

Main Sponsor of Campus League

Logo Polytron

Main Sponsor of Kalimantan Region

Logo Bayan Peduli

Official E-Commerce Partner

Logo Blibli

Official Ready to Drink Coffee Partner

Logo Caffino

Official Mineral Water Partner

Logo Cleo

Official Sport Wear Partner

Logo Diadora

Official Watch Partner

Logo Expedition

Official Badminton Gear & Apparel

Logo Flypower

Official Sneakers & Lifestyle Retail Partner

Logo Footlocker

Official Package Coffee

Logo Kopi Tubruk Gadjah

Official Isotonic Drink Partner

Logo Hydroplus

Official Internet Provider Partner

Logo Iforte

Official Analgesic & Pain Relief Partner

Logo Rhea

Official Basketball Equipment Partner

Logo Spalding

Official Swimming Gear Partner

Logo Speedo

Official Sport Retail Partner

Logo Sports Station

Official Hospital Partner

Logo Primaya

Official Ticketing Partner

Logo Tiket.com

Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.

Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.

Campus League2026