Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kota Jakarta Barat
Dari Kelas ke Lapangan, Binus All Out Dukung Student-Athlete

Gelar juara Campus League Badminton Regional Bandung Season 1 menjadi bukti perjuangan student-athlete BINUS University di lapangan. Namun bagi kapten tim, Jonathan Sutanto, perjalanan menuju gelar juara juga ditopang dukungan kampus yang membuat para atlet bisa fokus bertanding tanpa meninggalkan kewajiban akademik.
Jonathan menyebut pihak kampus memberikan dukungan sejak persiapan hingga kompetisi berlangsung. Salah satunya melalui beasiswa dan fleksibilitas akademik bagi student-athlete. “Memang dari BINUS sangat-sangat support sekali ya dari segi beasiswa,” kata Jonathan dalam konferensi pers di Campus League Media Center, GOR KONI Bandung, Jumat (18/9/2026).
Dukungan akademik juga diberikan melalui dispensasi pertandingan dan tutor. “Tugas bisa dibantu. Terus kita juga dikasih tutor. Jadi kalau misalkan kita kurang mengikuti pelajaran, kita tinggal bilang aja ke kemahasiswaan,” ujarnya.

Bukan hanya urusan kampus, kebutuhan selama kompetisi juga ditanggung BINUS. Jonathan menyebut makan, laundry, transportasi hingga hotel menjadi bagian dari dukungan tersebut. “Semua memang dari BINUS tanggung semua. Jadi kita sebagai student-athlete tinggal terima beres, tinggal main aja,” katanya.
Dukungan itu kemudian terbayar di lapangan. BINUS bangkit dari ketertinggalan di laga pamungkas dan menundukkan tim kuat UNJ 45-55, 55-44, 55-53. Jonathan sendiri turun di dua partai dan harus menjaga stamina sekaligus fokus dalam format pertandingan 11 poin.
“Memang lelah, tapi agak pendek dibandingkan main beregu yang benar-benar satu partai-satu partai. Jadi tidak ada masalah sih. Paling fokusnya aja itu yang harus lebih dijaga,” ujar Jonathan.
Setelah menjadi juara Regional Bandung, tantangan berikutnya menunggu di The Nationals. Jonathan menyebut BINUS tetap mengantisipasi kekuatan tim-tim lain, termasuk UII dari Regional Semarang. “Paling yang diwaspadai mungkin juara Regional Semarang, UII,” katanya. (DT)
24 Oktober 2026
10.45 WIB

Universitas Tidar