Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kota Jakarta Barat
Semangat dan Fokus jadi Kunci Redam Tekanan
%20Jakarta%20Juara%20Campus%20League%20Badminton%20Regional%20Bandung.jpg&w=1920&q=75)
Binus University Jakarta keluar sebagai juara Campus League Badminton Regional Bandung Season 1 setelah menaklukkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam drama tiga gim di GOR KONI Bandung, Jumat (18/9/2026). Sempat tertinggal 45-55 pada gim pertama, Binus bangkit dan mengunci kemenangan 55-44, 55-53.
Pelatih Binus, Haryadi Abu, menyebut kemenangan tersebut di luar target awal tim. Sejak awal, BINUS hanya membidik tiket menuju The Nationals. “Sebenarnya dari awal itu kami gak menargetkan apapun di beregu. Target kami hanya lolos The Nationals,” kata Haryadi dalam konferensi pers di Campus League Media Center, GOR KONI Bandung.
Haryadi menilai semangat dan fokus menjadi kunci ketika tim berada dalam tekanan, terutama setelah kehilangan gim pertama. “Saya cuma hanya meyakinkan untuk tim bahwa kita itu harus tetap semangat dan fokus,” ujarnya.

Pelatih BINUS, Haryadi Abu dan Kapten tim badminton BINUS, Jonathan Sutanto dalam konferensi pers di Campus League Media Center, GOR KONI Bandung, Jumat (18/9/2026). (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Pada gim pembuka, Binus sempat kehilangan momentum setelah tunggal putri yang menjadi salah satu andalan tim tertinggal cukup jauh. Kondisi itu kemudian berlanjut ketika Haryadi yang turun di ganda putra dan mixed doubles mengaku belum bermain lepas. “Makanya gap score-nya cukup jauh. Kuncinya sih di situ sih waktu di set pertama,” katanya.
Perubahan situasi terjadi pada dua gim berikutnya. Binus mampu menjaga fokus hingga akhirnya memenangkan gim penentuan dengan selisih hanya dua poin. Haryadi menilai format poin 11 membuat pertandingan berjalan lebih cepat dan menuntut recovery yang lebih baik. “Yang pasti setelah selesai main harus recovery. Isi badan cukup, makannya cukup dan yang pasti itu harus recovery,” tuturnya.
Gelar Regional Bandung sekaligus mengantarkan Binus menuju The Nationals. Menghadapi persaingan nasional, Haryadi menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental pemain. “Poin 11 ini itu pusingnya benar-benar luar biasa,” ujarnya.
Bagi Haryadi, keberhasilan di Bandung menjadi modal penting untuk menghadapi level berikutnya. Tim yang awalnya hanya mengejar tiket nasional kini memiliki kesempatan membawa Binus bersaing memperebutkan gelar di The Nationals. (DT)
24 Oktober 2026
10.45 WIB

Universitas Tidar