Kota Malang
UB Kerap Gagal Memanfaatkan Kesalahan UM

Statistik sering kali jadi cermin jalannya pertandingan basketball. Namun, gim antara Universitas Brawijaya Malang (UB) kontra Universitas Negeri Malang (UM) dalam Grup C Putra Basketball Campus League Season 1 Regional Surabaya memperlihatkan bahwa angka tak selalu menghasilkan kemenangan.
Bertanding di GOR Basket Unesa, Sabtu (25/4), UB memang unggul di banyak lini statistik, tapi justru UM yang keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 54-52.
Secara keseluruhan, UB tampil dominan, terutama dalam urusan rebound. Mereka bahkan unggul margin dua digit dalam penguasaan bola kedua ini.
Namun, dominasi itu tidak diimbangi dengan efisiensi. Di kuarter pertama saja, UB sudah melakukan 8 turnover, angka yang semestinya langsung jadi alarm. Kesalahan-kesalahan ini memberi celah kepada UM untuk tetap berada dalam permainan.
Memasuki kuarter kedua, UM mulai mengubah arah laga lewat defense agresif. Mereka mencatatkan lima steal di periode ini dan memaksa UB bermain di luar ritme.
Pressure yang konsisten membuat UB kesulitan mengembangkan permainan. Ironisnya, UB juga gagal memaksimalkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan UM. Di sisi lain, UM tampil lebih efektif dalam konversi peluang menjadi poin.
Kuarter ketiga semakin memperlihatkan paradoks permainan UB. Mereka kembali mendominasi rebound dengan catatan 18, namun hanya mampu mencetak lima poin sepanjang kuarter.
Sebaliknya, UM bermain lebih rapi. Sebanyak 4 assist yang mereka bukukan menunjukkan ball movement yang lebih hidup. Ditambah lagi, pertahanan UB mulai kerap bocor, sementara akumulasi team foul memberi UM tambahan poin gratis dari garis free throw.
Momen Datang tapi Terlambat
Memasuki kuarter keempat, UB akhirnya menemukan momentum. Mereka meningkatkan agresivitas defense dan berhasil memaksa UM melakukan tujuh turnover.
Salah satu momen paling krusial datang dari tembakan tiga angka Jalu Atmandita yang membuat skor imbang 52-52. GOR Unesa pun bergemuruh oleh sorak sorai pendukung UB.
Namun, di momen penentuan, UM menunjukkan ketenangan. Berbekal keunggulan yang mereka bangun sejak kuarter kedua, UM mengeksekusi setiap possession dengan dingin. Mereka mampu mengunci kemenangan tipis 54-52.
Derby Malang memperlihatkan bahwa statistik yang impresif tak banyak berarti jika satu kuarter saya kalah dalam mencetak poin. Konsistens jadi faktor penting untuk mengunci kemenangan. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Harapkan peluang Beasiswa Jalur Khusus di Kampus

UB Kalah Head-to-Head dengan UM untuk ke Regional Playoff

Kalahkan UM Putri dengan Skor 46-30.

UB Malang Kalahkan Undika 72-29
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.