Kota Malang
Harapkan peluang Beasiswa Jalur Khusus di Kampus

Pelatih Tim Putri Universitas Brawijaya (UB) Malang, Bisma Sabda Imanissi mengatakan lolosnya timnya ke Regional Playoffs sejatinya di luar ekspektasi, karena target awal justru hanya menjadi peserta dan menambah pengalaman saja. Tim putra yang diekspektasikan lolos, justru mandek di fase grup.
Langkah UB Putri sendiri terhenti di perebutan tempat ketiga Basketball Campus League Season 1 Regional Surabaya usai kalah dari Universitas Airlangga (Unair) dengan skor 55-38 di GOR Basket Unesa, Rabu (29/4).
Meski gagal meraih medali, perjalanan mereka tetap menyisakan cerita positif, tim yang datang tanpa beban justru mampu melangkah jauh hingga semifinal.
Roster Terbatas
Coach Bisma tak menampik, keterbatasan pemain jadi salah satu faktor utama di laga terakhir. Cedera dan absennya beberapa pemain membuat UB harus tampil dengan roster minim.
"Kendala utama adalah keterbatasan jumlah pemain karena ada yang cedera dan tidak bisa bermain, sehingga tim hanya bermain dengan 7 orang."
Kondisi tersebut memaksa tim mengubah pendekatan permainan. Tempo dibuat lebih lambat untuk menjaga stamina, namun di sisi lain membuat mereka kehilangan momentum di momen-momen krusial.
Meski begitu, pencapaian tim putri justru berbanding terbalik dengan tim putra. Saat tim putra gagal memenuhi ekspektasi setelah kehilangan momentum di kuarter ketiga saat menghadapi lawan, tim putri tampil melampaui target dengan sumber daya yang terbatas.
Pentingnya Beasiswa Basket
Lebih jauh, Coach Bisma menyoroti masalah klasik yang masih dihadapi dalam pembinaan atlet di kampus: belum adanya jalur beasiswa khusus untuk atlet berprestasi. "Kekurangan jalur beasiswa menjadi kendala utama dalam pengembangan prestasi atlet di kampus, berbeda dengan kampus lain yang sudah menyediakan beasiswa sejak SMA."
Ia berharap pencapaian ini bisa menjadi pintu masuk untuk perubahan, terutama dalam membuka jalur prestasi bagi calon mahasiswa atlet. "Pencapaian ini membuka peluang untuk kampus agar bisa membuka jalur prestasi bagi siswa."
Rencana pun mulai disusun. Pihak pelatih berencana mengajukan usulan kepada pembina kampus agar sistem beasiswa atlet bisa diterapkan, setidaknya bagi tim yang mampu menembus papan atas di level regional.
Di sisi lain, keterbatasan roster juga dipengaruhi oleh aktivitas akademik pemain. Banyak pemain yang sedang menjalani magang di luar kota, sehingga tim kesulitan menjaga komposisi ideal.
Minim Kompetisi
Tak hanya itu, faktor lingkungan kompetisi juga turut berpengaruh. Minimnya liga atau kompetisi di Malang membuat jam terbang pemain relatif kurang dibandingkan kota lain seperti Surabaya, yang memiliki banyak kompetisi antar komunitas.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, satu hal yang tetap terlihat jelas: semangat tim. Para pemain menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang turnamen dan membawa pulang pengalaman berharga dari panggung Campus League.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

UB Kalah Head-to-Head dengan UM untuk ke Regional Playoff

UB Kerap Gagal Memanfaatkan Kesalahan UM

Kalahkan UM Putri dengan Skor 46-30.

UB Malang Kalahkan Undika 72-29
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.