Makassar
Campus League Jadi Program Jangka Panjang

Perjalanan Universitas Ciputra Makassar (UCM) di Basketball Campus League Season 1 The Nationals memang harus berakhir lebih cepat. Tiga kekalahan beruntun dari Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Kristen Maranatha, dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) membuat langkah wakil Makassar itu terhenti di fase grup.
Namun bagi Pelatih UCM, Jumria, hasil di papan skor bukan satu-satunya hal yang dibawa pulang dari Tangerang. Justru pengalaman bersaing melawan tim-tim terbaik kampus Indonesia menjadi modal penting untuk membangun tim yang lebih kuat pada musim berikutnya.
Salah satu catatan terbesar yang didapat UCM sepanjang The Nationals adalah soal ketenangan bermain. Menurut Jumria, para pemain sebenarnya sudah diminta tampil lepas, tetapi atmosfer kompetisi nasional membuat banyak pemain belum mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Kami sudah minta anak-anak bermain lepas. Tapi memang saat pertandingan mereka masih kurang tenang. Itu yang akhirnya memengaruhi keputusan-keputusan di lapangan," ujarnya.
Situasi tersebut cukup bisa dimaklumi. Sebagian besar pemain UCM baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi nasional dengan tekanan yang jauh berbeda dibanding saat regional.
Bagi Jumria, The Nationals menjadi cermin yang memperlihatkan area mana saja yang masih perlu diperbaiki. Bukan hanya soal strategi, tetapi juga kualitas individu pemain dan kekompakan tim secara keseluruhan.
"Yang paling terlihat tentu fundamental skill individu, fisik pemain, dan komunikasi di lapangan. Itu yang harus kami tingkatkan lagi setelah pulang dari sini," jelasnya.
Pengalaman menghadapi tim-tim besar juga memberi gambaran nyata mengenai standar permainan yang harus dicapai jika ingin kembali bersaing di level nasional.
Menatap Musim Depan
Perjalanan Aviva Maharani dkk musim ini juga tidak lepas dari berbagai kendala. Salah satunya adalah keterbatasan jumlah pemain yang bisa dibawa ke The Nationals.
Jumria mengungkapkan timnya hanya diperkuat sembilan pemain karena beberapa pemain mengalami cedera, sementara satu orang tidak mendapat izin dari keluarga untuk mengikuti kompetisi.
"Idealnya kami punya 15 pemain. Tahun ini kami datang dengan jumlah yang terbatas, jadi rotasi juga tidak bisa maksimal," katanya.
Kondisi tersebut cukup terasa ketika intensitas pertandingan meningkat dan jadwal kompetisi berjalan tanpa banyak waktu pemulihan.
Meski musim ini berakhir tanpa kemenangan, UCM mulai memikirkan langkah berikutnya. Beberapa pemain akan menyelesaikan masa kuliah, sementara regenerasi tim tengah dipersiapkan melalui rekrutmen pemain-pemain baru.
"Nanti ada beberapa pemain yang keluar dan kami juga sedang menyiapkan pemain-pemain baru dari tingkat sekolah untuk masuk ke tim," ujar Jumria.
Proses regenerasi ini dianggap penting agar UCM tetap kompetitif dan mampu mempertahankan eksistensinya di basket kampus nasional.
Campus League Jadi Program Jangka Panjang
Jumria melihat Campus League bukan sekadar kompetisi tahunan, tetapi bagian dari program pembinaan yang harus dijalankan secara berkelanjutan.
"Campus League ini akan terus kami jadikan program tahunan. Setiap tahun pasti kami evaluasi dan perbaiki supaya persiapan ke depannya lebih baik," katanya.
Menurutnya, keberadaan kompetisi seperti Campus League memberikan target yang jelas bagi pemain dan kampus untuk terus berkembang.
Meski pulang tanpa kemenangan, pelatih tetap melihat banyak sisi positif dari perjalanan timnya musim ini. Bisa lolos hingga level nasional sudah menjadi pencapaian yang membanggakan bagi program basket kampus mereka.
"Bisa sampai ke nasional saja sudah menjadi kebanggaan. Anak-anak belajar banyak dari pengalaman ini dan itu yang paling penting," ujarnya.
Kini fokus UCM adalah mempersiapkan tim yang lebih lengkap, lebih kuat secara fisik, dan lebih matang secara mental untuk musim berikutnya. Dengan berbagai pelajaran yang didapat dari The Nationals, mereka berharap bisa kembali mewakili Makassar dan melangkah lebih jauh pada edisi mendatang.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Targetkan Kemenangan di Laga Terakhir

Half Court Jadi Senjata dan Bangkit dari Tekanan

Kalahkan Unair dengan Pertandingan Seru

Aviva Maharani Hampir Cetak Triple-Double
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.