Makassar
Half Court Jadi Senjata dan Bangkit dari Tekanan

Pelatih Universitas Ciputra Makassar (UCM) putri, Jumria, mengatakan kunci kemenangan anak asuhnya sekaligus memastikan tiket Regional Finals Campus League Basketball Season 1 adalah dengan bermain tenang dan bisa dengan cepat keluar dari tekanan. Hal itu dikatakannya, usai UCM mengalahkan Universitas Airlangga (Unair) dengan skor 52-39 dalam laga semifinal Regional Playoffs di GOR Basket Unesa, Surabaya, Selasa (28/4).
Dominasi UCM memang tak langsung terlihat sejak awal. Di kuarter pertama, mereka sempat tertinggal tipis 10-12 dari Unair yang tampil agresif dengan tempo cepat. Tekanan tersebut sempat membuat permainan UCM goyah.
Namun, ketenangan jadi pembeda. Coach Jumria langsung menekankan satu hal sederhana kepada timnya: jangan panik.
"Saya cuma bilang sama mereka, yakin saja dan jangan ragu, main tenang. Semua ada jalannya kalau kita bermain dengan tenang. Pasti bisa selesaikan game ini dengan kemenangan dan lolos ke final. itu saja, main tenang, selesai," katanya.
Ia juga mengakui timnya sempat kesulitan menghadapi tekanan di awal laga. Performa yang belum stabil membuat UCM harus cepat beradaptasi di tengah pertandingan.
"Memang kami tidak siap saat ada tekanan di awal pertandingan. Saya minta mereka main tenang dan ubah skema cara main dengan perkuat defense saja. ini karena performa anak anak juga sedang turun," tukasnya.
Perubahan strategi itu jadi titik balik. UCM menggeser pendekatan dari full court defense ke half court defense, yang terbukti lebih efektif. Perlahan tapi pasti, ritme permainan mulai mereka kuasai hingga akhirnya berbalik unggul saat halftime.
"Kami main dari full court berubah defense di half court, akhirnya terbukti, anak-anak lebih tenang dan bisa kontrol pertandingan."
Memasuki babak kedua, UCM tampil semakin solid. Disiplin dalam bertahan dan lebih rapi dalam menyerang membuat mereka menjauh tanpa banyak hambatan. Skor akhir 52-13 jadi bukti bagaimana UCM berhasil mengunci permainan lawan setelah menemukan ritme terbaiknya.
Menatap partai puncak, Coach Jumria memastikan timnya akan tampil dengan kesiapan lebih matang, terutama dalam hal mental dan konsistensi sejak tip-off.
"Untuk final, kami akan main lebih siap sejak awal, keluar dari tekanan. Berkaca dari game ini ketika pemain kami benar-benar dikunci oleh mereka. Ini jadi catatan untuk final."
Kabar baiknya, UCM akan turun dengan kekuatan penuh di laga puncak nanti. Semua pemain dipastikan siap tampil untuk mengejar gelar juara Regional Surabaya.
Di Regional Finals, UCM tinggal menunggu pemenang duel antara Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Brawijaya Malang (UB), yang dijadwalkan tip-off pukul 14.00 WIB.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Campus League Jadi Program Jangka Panjang

Targetkan Kemenangan di Laga Terakhir

Kalahkan Unair dengan Pertandingan Seru

Aviva Maharani Hampir Cetak Triple-Double
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.