Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kota Surabaya
Sempat Unggul Dua Gol, Sebelum Takluk 3-2

Universitas Ciputra (UC) harus menelan kekalahan menyakitkan pada penampilan perdananya di Campus League Futsal Regional Surabaya. Sempat unggul dua gol, UC gagal membendung kebangkitan tuan rumah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan akhirnya menyerah 2-3 dalam laga Grup A di GOR Pertamina ITS, Surabaya, Selasa (13/10).
Pelatih UC, Alexander Bramasta, menilai timnya tampil cukup efektif pada babak pertama melalui strategi serangan balik. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah para pemain kesulitan menghadapi tekanan ITS pada babak kedua.
“Jika bicara menguasai pertandingan, pasti akan sulit. Kita memang lebih mengandalkan serangan balik dan efektif bisa cetak dua gol. Cuma itu tadi, karena memang salah satunya jam terbang yang anak-anak kurang, akhirnya ketika tertekan mereka tidak bisa mempertahankan,” ujar Alexander.

Pelatih UC, Alexander Bramasta dalam laga pembuka Campus League Futsal Regional Surabaya Season 1, di GOR Pertamina ITS, Surabata, Selasa (13/11). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Menurutnya, menurunnya stamina dan minimnya pengalaman bertanding menjadi bahan evaluasi penting bagi UC. Rekaman pertandingan akan dimanfaatkan untuk membantu pemain memahami kekurangan mereka dan mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Alexander tetap mengapresiasi efektivitas permainan timnya pada babak pertama. Ia menilai pengalaman menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi seperti ini penting bagi perkembangan skuad UC yang baru terbentuk dan tengah ditata ulang.
Sebanyak 20 pemain disiapkan UC untuk mengikuti kompetisi ini. Alexander mengungkapkan, target utama timnya saat ini bukan mengejar gelar juara, melainkan memberikan pengalaman bertanding sekaligus membangun motivasi pemain dalam menjalani latihan.
“Untuk target juara atau mungkin cari prestasi enggak juga. Jadi lebih ke biar motivasi anak-anak, biar latihannya itu ada tujuannya ke mana. Nanti mungkin setelah berapa kali pertandingan baru kita ada targetnya,” jelasnya.
Bagi UC, kekalahan dari ITS menjadi bagian dari proses pembentukan tim. Pengalaman ini diharapkan membantu para pemain meningkatkan kesiapan fisik, ketenangan, dan kemampuan mempertahankan keunggulan saat menghadapi tekanan lawan.
UC masih akan menghadapi tiga laga berikutnya, yaitu kontra Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Brawijaya (UB) dan terakhir menghadapi Universitas Negeri Malang (UM). Tiga laga yang harus dimaksimalkan untuk mengejar peluang lolos ke empat besar. (DT)
23 Oktober 2026
14.00 WIB

Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Universitas Tidar
23 Oktober 2026
15.45 WIB

Universitas Gadjah Mada
Frederico Nathaniel Catat 31 Poin untuk Unair