Kota Semarang
Kegiatan Hariannya Cukup Padat
Basketball bukan cuma soal permainan dan eksekusi di lapangan. Di balik setiap possession, ada angka-angka yang bicara. Rachel Eugenia Valerie hidup di dua dunia itu sekaligus, sebagai student-athlete dan juga pengolah data pertandingan.
Eugenia adalah pilar putri Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus). Mahasiswi Fakultas Informatika semester tujuh ini bukan hanya aktif sebagai pemain, tetapi juga mengemban peran sebagai wakil ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Basket Udinus. Pada saat bersamaan, ia juga dikenal sebagai pencatat statistik untuk Perbasi Jawa Tengah, peran yang menuntut ketelitian, dan juga kecepatan.
Latar belakang informatika membuat Eugenia akrab dengan angka. Namun, ia tidak berhenti di bangku kuliah. Dunia statistik basket justru membawanya ke level berbeda. Semua bermula dari kakak kelasnya.
“Jadi kakak kelas minta tolong cari (petugas) statistik, kebetulan aku diajak,” kata Eugenia selepas timnya menyerah kepada Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dalam game Grup F Basketball Regional Jogja di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, UII, Sleman, Senin (4/5).
Dari situ, jalannya terbuka. Ia belajar langsung di lapangan, menyerap ilmu dari para senior yang lebih dulu berkecimpung di dunia statistik pertandingan. Proses itu membuatnya sering dipanggil dalam berbagai event basket.
“Aku diajarin juga sama senior-senior. Kemudian mereka juga melihat kemampuanku, jadi aku dipanggil ke mana-mana buat statistik basket,” lanjutnya.
Peran statistic officer bukan sekadar mencatat angka. Eugenia adalah bagian dari perangkat pertandingan yang harus siap menghadapi tekanan, termasuk saat terjadi kendala teknis. Dalam situasi tertentu, ia bahkan harus berhadapan langsung dengan pertanyaan pelatih.
“Kesulitannya, ya paling kalau di table ya. Statistik itu kan bagian dari perangkat pertandingan. Biasanya kalau ada error pelatihnya suka tanya. Mental juga sih, siap atau engga jawab pertanyaan pelatih,” ucapnya.
Namun di balik tekanan itu, ada peluang besar. Statistik memperluas jejaringnya di dunia basket. Ia tak hanya bertemu banyak orang, tetapi juga terlibat di event-event besar, termasuk Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS).
Wajib Bagi Waktu
Menjalani dua peran sekaligus jelas bukan perkara mudah. Rutinitas Eugenia padat. Pagi hingga siang ia kuliah, sore hingga petang berkutat dengan statistik, lalu malam ditutup dengan latihan bersama tim.
Siklus itu berjalan hampir setiap hari. Disiplin jadi kunci agar semuanya tetap seimbang, terutama akademik yang tidak boleh dikorbankan.
“Yang penting sih kalau aku tugas harus dikerjain. Engga ninggalin kuliah, terus habis itu bisa atur pola istirahat. Karena kegiatannya hampir seharian full, maka istirahatnya harus cukup,” jelasnya.
Meski punya peran besar di tim dan pengalaman luas di dunia basket, Eugenia sudah punya arah jelas setelah lulus. Ia memilih jalur profesional di dunia kerja, sejalan dengan latar belakang pendidikannya.
“Maunya untuk saat ini kalau sudah lulus maunya sih kerja. Karena aku kan kuliahnya informatika ya, jadi maunya kerja,” jelas Eugenia.
Basket tetap akan jadi bagian hidupnya, tetapi bukan sebagai atlet profesional. Jika pun masih berada di ekosistem yang sama, ia melihat statistik sebagai jalur yang paling realistis.
“Tapi kalau belum dapat pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang aku mau, ya mungkin aku ambil statistik dulu,” tambahnya.
Keputusan itu diambil dengan sadar. Baginya, panggung kompetitif sebagai pemain sudah cukup ia nikmati di level kampus.
“Aku sepertinya engga lanjut atlet. Aku tuh atlet sepertinya sudah cukup di Udinus saja. Paling aku ya ke statistik sih,” tuturnya.
Di Basketball Campus League Season 1 Regional Yogyakarta, Eugenia tetap jadi salah satu motor permainan Udinus. Kontribusinya terasa, terutama di fase grup.
Eugenia merupakan gambaran student-athlete modern. Bermain basket, belajar, dan membaca permainan lewat data, semuanya dijalani dalam satu waktu. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Senang Bisa Hadapi Kampus Kuat
Kalahkan Atma Jaya dengan Pertandingan Ketat
Menjalani Peran Student-Athlete di Udinus dengan Imbang

Atasi UAD dan Puncaki Klasemen Sementara
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.