Kota Jakarta Pusat
Tantangan Fisik dan Teamwork jadi Fokus Evaluasi

Universitas Indonesia (UI) putri mungkin menutup fase grup Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta tanpa kemenangan. Namun bagi tim berjuluk Dolphins itu, keikutsertaan mereka di kompetisi ini tetap menghadirkan banyak nilai dan pengalaman yang sulit didapat dari latihan biasa.
Asisten pelatih UI, Sharon Debora Lahama, menilai Campus League menjadi ajang yang sangat penting untuk mengukur kemampuan tim menghadapi intensitas pertandingan sesungguhnya. Terutama karena format pertandingan menggunakan waktu bersih yang menuntut kesiapan fisik dan mental lebih tinggi.
“Campus League ini event yang sangat bagus buat kami. Di sini kami bisa merasakan bagaimana intensitas pertandingan dengan waktu bersih dan bagaimana bertahan dalam kompetisi seperti itu,” ujar Sharon usai laga melawan Universitas Esa Unggul Swans, Jumat (29/5).
Dari tiga pertandingan yang dijalani, Sharon melihat timnya mampu bersaing dalam dua hingga tiga kuarter pertama. Namun setelah itu, kondisi fisik mulai menjadi kendala yang membuat performa tim menurun.
“Sayangnya tim putri UI belum bisa memberikan hasil maksimal. Biasanya kami hanya bisa bertahan dua sampai tiga kuarter, habis itu gasnya mulai habis,” katanya.
Bagi UI, Campus League sebenarnya bukan sekadar ajang partisipasi. Sharon mengungkapkan salah satu target tim adalah mencoba bersaing dengan kampus-kampus yang memiliki jalur beasiswa basket dan program pembinaan atlet yang lebih mapan.
“Pastinya kami bukan cuma ingin jadi peserta. Kami ingin bisa bersaing dengan tim-tim yang punya jalur beasiswa basket. Tapi ternyata kami belum mampu sampai ke sana,” ujarnya.
Pengalaman tersebut justru membuka mata tim mengenai berbagai aspek yang perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah kondisi fisik pemain yang masih sulit terjaga karena keterbatasan waktu latihan.
Berbeda dengan beberapa kampus lain yang bisa berlatih hampir setiap hari, pemain UI harus membagi waktu dengan aktivitas akademik yang padat.
“Kalau di kami latihan hanya dua kali seminggu. Anak-anak juga punya banyak kegiatan kampus dan perkuliahan,” jelas Sharon.
Selain faktor fisik, Sharon juga menyoroti pentingnya kesamaan visi antar pemain saat berada di lapangan. Menurutnya, beberapa kali instruksi yang diberikan pelatih belum bisa diterjemahkan secara seragam oleh para pemain sehingga memengaruhi jalannya permainan.
“Mungkin ada miss di offense atau defense karena pemain yang ada di lapangan belum punya satu visi yang sama. Akhirnya fokus hilang dan team play tidak berjalan,” katanya.
Dari tiga pertandingan yang dijalani, Sharon menilai laga melawan tuan rumah menjadi tantangan paling berat. Selain menghadapi tim yang sangat siap, atmosfer pertandingan juga memberikan tekanan tersendiri bagi para pemain UI.
“Kalau yang paling sulit tentu saat lawan UPH. Kita melawan tuan rumah, jadi ada pressure tersendiri. Persiapan mereka juga terlihat sangat matang,” ungkapnya.
Meski belum mampu meraih kemenangan musim ini, Sharon memastikan UI putri akan kembali jika Campus League kembali digelar musim depan. Menurutnya, kompetisi seperti ini masih sangat dibutuhkan untuk membantu perkembangan pemain dan meningkatkan mental bertanding.
“Pastinya kami mau ikut lagi. Kompetisi seperti ini masih sangat perlu buat kami,” tutup Sharon.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.