Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kab. Banyumas
'Tenaga Badaknya' bakal Diuji Bagus Suyarto

Akmal Pamuji dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mulai mempersiapkan diri menghadapi Muhammad Bagus Suyarto dari Universitas Budi Luhur (UBL) pada final tunggal putra Badminton The Nationals.
Akmal memastikan tiket ke partai puncak setelah mengalahkan Nopriansyah Adi Gunawan dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dengan skor 17-15, 16-6 pada semifinal di GOR KONI Bandung, Selasa (22/9).
Bagus lebih dulu mengamankan tempat di final setelah menundukkan unggulan pertama, Santana Angga Prawira dari UPI Bandung, dengan skor 15-6, 15-13.
Pertemuan dengan Bagus membuat Akmal memilih menjaga kondisi fisik dan pikirannya. Ia tidak ingin terlalu memikirkan status Bagus sebagai unggulan kedua di The Nationals dan memilih fokus pada persiapan dirinya sendiri.
“Jaga pikiran dan stamina. Lawan saya pasti juga begitu, jadi persiapannya lebih ke diri sendiri saja,” kata Akmal.
Soal stamina, Akmal memang punya pengalaman menjalani pertandingan dengan jadwal padat. Pada Regional Semarang, ia pernah bermain hingga empat kali dalam satu hari. Kondisi tersebut membuatnya terbiasa menjaga tenaga saat harus tampil dalam beberapa pertandingan.
Menghadapi Nopriansyah pada semifinal, Akmal juga tidak menyiapkan strategi khusus. Ia lebih memilih mengevaluasi permainan sebelumnya dan memperbaiki fokus saat berada di lapangan.
“Strateginya engga ada. Evaluasi dari permainan sendiri saja karena kemarin tug kurang fokus dan terkendala adaptasi juga,” ucapnya.
Kini, Akmal tinggal selangkah lagi untuk meraih gelar juara tunggal putra Badminton The Nationals. Laga melawan Bagus akan berlangsung di GOR KONI Bandung, Rabu (23/9). (GAP)
26 Oktober 2026
13.30 WIB

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta