Yogyakarta
Anak Perbukitan Dlingo ke Panggung Besar The Nationals

Syarah Aidatul Aulia baru saja mencatatkan dirinya sebagai pemain pertama yang berhasil mencetak gol dalam Campus League Futsal The National 2025 Musim Nol.
Di hari pertama kompetisi, pemain bernomor punggung 19 milik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu ikut membantu kampusnya menang 2-0 atas Universitas Budi Luhur (UBL) pada laga perdana Grup A Putri di FIKK UNJ GOR Universitas Negeri Jakarta, Rabu (3/12).
“Alhamdulillah, seneng banget karena bisa mencetak gol di pertandingan pertama, di seri pembuka The National ini. Openiiiing... pembukaaa..,” ucapnya, dengan bangga dan masih dengan senyum yang belum benar-benar hilang dari wajahnya.
Bagi flank kelahiran Bantul 2 Januari 2005 dan besar di Desa Sendangsari, Dlingo, D.I Yogyakarta, gol itu lebih dari sekadar angka di papan skor. Ia tumbuh di wilayah yang dikenal karena hutan pinus dan perbukitan sunyi, bukan gemerlap lapangan futsal. Namun sejak kecil, bola adalah teman bermain yang tak pernah lepas dari langkahnya.
Perjalanannya ngga singkat. Dari lapangan kampung hingga menembus tim Arema FC Women, proses panjang itulah yang membentuk Syarah menjadi pemain yang hari ini berdiri percaya diri di panggung nasional.
Sambil melanjutkan studinya sebagai mahasiswa Semester 5 di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY, ia tetap menjaga mimpinya tetap menyala.
Ia mengaku tidak punya target pribadi. Baginya, yang terpenting adalah kesatuan dan semangat tim. “Yang golin siapa aja bebas, yang penting kita bisa menang. Karena tim kita family, familyable. Kita main enjoy dan saling support,” ujarnya.
Cerita soal gol bersejarahnya, Syarah mengatakan gol itu lahir dari insting cepat. Awalnya ia mengaku hendak melepaskan tembakan kaki kiri, namun melihat kiper sudah siap, ia memilih sedikit kontrol sebelum menghajar bola dengan kaki kanan. “Nggak nyangka masuk, soalnya sambil meleyot (membungkukan tubuh),” katanya sambil tertawa kecil.
Meski golnya bersejarah, Syarah menjaga kakinya tetap menjejak tanah. “Alhamdulillah pertandingan pertama ini semoga bisa mempermudah langkah selanjutnya. Kita nggak boleh puas dulu.”
Gol itu ia persembahkan untuk orang-orang terdekat. “Untuk mama papa, keluarga yang pertama, dan teman-teman yang sudah support aku.”
Dari kampus, target pencapaian ke depan selalu dikumandangkan. Semua pemain tentu ingin juara. Namun Syarah selalu menempatkan tim di urutan pertama. “Di The Nationals kita main enjoy aja biar nggak jadi beban. Yang penting kita tetap juara,” ujarnya penuh keyakinan.
Soal top skor? Ia kembali menggeleng. “Saya nggak narget, yang penting tim dan enjoy main aja.”
Di balik senyum hangatnya, ada keteguhan anak pegunungan yang sejak kecil percaya bahwa bola bisa membawanya pergi jauh. Dan di Jakarta sore itu, keyakinan itu terbukti.
Golnya bukan hanya sekadar pembuka kompetisi, tapi juga penanda bahwa perjalanan Syarah Aidatul Aulia baru saja memasuki babak paling indahnya.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Pernah Masuk PB Djarum

Amankan Kemenangan Vital

Tumbangkan UII dalam Pertarungan Tiga Gim

Kalahkan UPI Lewat Laga Sengit dan Drama Adu Penalti
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.