Semarang
Mendapat Beasiswa 100 Persen dari Kampus
Cakra Sukma Maulana menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan Universitas Semarang (USM) di Basketball Campus League Season 1 Regional Yogyakarta. Ia membantu tim melaju hingga Regional Finals dan memastikan langkah USM menuju The Nationals.
Meski harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah dari Universitas Satya Wacana (UKSW) pada partai final, langkah tersebut tetap menjadi pencapaian besar bagi Cakra dan USM.
Di balik performanya di lapangan, ada proses panjang yang sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Cakra mengungkapkan bahwa dirinya membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mengejar kesempatan mendapatkan beasiswa basket di USM.
Bagi Cakra, kesempatan tersebut bukan hal kecil. Ia datang dari keluarga sederhana di Ternate, Maluku Utara. Sang ibu merupakan ibu rumah tangga, sementara ayahnya bekerja sebagai tukang jahit. Karena itu, kesempatan memperoleh beasiswa penuh menjadi sesuatu yang sangat berarti dalam hidupnya.
“Alhamdulillah di USM ini aku dapat beasiswa 100 persen. Uang kuliah, uang gedung juga ditanggung. Jadi saya syukuri karena saya bisa kuliah karena beasiswa basket,” ujar Cakra.
Basket kemudian menjadi jalan yang membuka peluang besar bagi dirinya. Menariknya, sebelum serius menekuni basket, Cakra sempat mencoba berbagai cabang olahraga lain. Namun, dari sekadar coba-coba, basket justru menjadi olahraga yang membawanya keluar dari kampung halaman dan mempertemukannya dengan kesempatan baru.
“Sebelum basket, saya sudah ikut hampir semua olahraga. Awalnya basket juga cuma coba-coba saja,” katanya.
Keputusan merantau dari Ternate ke Semarang jelas bukan langkah mudah. Apalagi bagi seorang student-athlete, tuntutan tidak hanya datang dari pertandingan, tetapi juga dari kehidupan akademik. Adaptasi lingkungan baru, latihan intens, hingga menjaga performa di kampus menjadi tantangan yang harus dijalani setiap hari.
Namun, Cakra menikmati proses tersebut. Baginya, status sebagai student-athlete bukan sekadar membagi waktu antara kuliah dan basket. Lebih dari itu, ada tanggung jawab untuk membuktikan bahwa olahraga juga bisa membuka masa depan.
Basketball Campus League juga menjadi pengalaman baru bagi Cakra. Ia mengaku kompetisi ini memberinya banyak pengalaman berharga, terutama karena atmosfer pertandingan yang kompetitif dan level permainan yang tinggi.
“Ini event pertama saya di Campus League, di liga yang cukup besar ini. Masuk final memang sudah jadi target,” ucapnya.
Kini, perjalanan Cakra bersama USM belum selesai. Setelah berhasil menembus The Nationals, Cakra terus menjalani perannya sebagai student-athlete yang menyeimbangkan kehidupan sebagai mahasiswa dan pemain basket kampus. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Akan Kembali Musim Depan

Menang dengan Skor 115-20

Perbaiki Mental Bertanding Sebelum ke UPH
Rendy Arafat Ingin Wujudkan Target Juara USM di Campus League
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.