SURABAYA
Jadi Fondasi Utama Pembinaan Student-athlete

Dalam perburuan status Grand Champions Campus League Season 1, Universitas Surabaya (Ubaya) untuk sementara memimpin klasemen perolehan medali. Mereka kini memimpin dengan lima medali emas dan lima medali perunggu. Status itu diperoleh setelah tim putri menjadi juara dan tim putra menempati peringkat tiga Basketball Season 1 yang usai pada Juni lalu.
Tim berjuluk Serigala Merah tersebut memiliki filosofi yang telah ditanamkan selama puluhan tahun, yakni spirit teamwork yang menjadi fondasi utama pembinaan student-athlete.
Pendiri yang juga ketua Yayasan Universitas Surabaya (Ubaya), Drs. Darmo Handoyo, Apt., menegaskan bahwa kekuatan Ubaya tidak hanya dibangun melalui kemampuan individu para pemain, tetapi juga budaya kerja sama yang terus dipupuk sejak awal berdirinya program pembinaan basket di kampus tersebut.
Menurut Darmo, bola basket telah menjadi identitas sekaligus cabang olahraga unggulan Ubaya selama lebih dari empat dekade. Komitmen itu membuat Ubaya dikenal sebagai salah satu kekuatan basket mahasiswa di Indonesia.
Ditemui di Basketball Campus League Season 1 Regional Surabaya, April 2026, Darmo menceritakan bahwa pembinaan basket di Ubaya dimulai sejak tahun 1982 dan terus dijaga hingga sekarang. Meski kampus juga mengembangkan cabang olahraga lain seperti tenis dan futsal, basket tetap menjadi prioritas utama.
"Sejak tahun 1982 kami terus membina bola basket. Dari semua cabang olahraga yang kami kembangkan, basket memang menjadi salah satu unggulan utama Ubaya," ujar Darmo.
Mantan pebasket dari Universitas Airlangga (Unair) itu menjelaskan, keputusan menjadikan basket sebagai olahraga unggulan tidak terlepas dari sejarah panjang Ubaya dalam mengembangkan olahraga tersebut di Surabaya.
"Kami pernah menyelenggarakan Menpora Cup pada masa Pak Akbar Tanjung dan Pak Hayono Isman. Saat itu rektor menyampaikan bahwa Ubaya ingin fokus memasyarakatkan olahraga basket di Surabaya," katanya.
Komitmen tersebut terus dipertahankan hingga kini. Darmo mengaku, meski telah lama meninggalkan lapangan sebagai pemain, dirinya masih aktif mengikuti perkembangan tim dan kerap dimintai masukan oleh pelatih maupun para student-athlete.
"Basket tidak pernah lepas dari pemikiran dan pengembangan kami. Sejak dulu kami fokus di bola basket sehingga reputasi Ubaya bisa sampai ke tingkat nasional," ujarnya.
Darmo juga mengapresiasi penyelenggaraan Basketball Campus League yang dinilai mampu menjaga semangat kompetisi basket antar mahasiswa dengan tata kelola yang semakin profesional.
"Kesan kami terhadap Campus League sangat bagus. Sejak era kompetisi mahasiswa lawas, kami selalu ikut, dan sekarang Campus League menjadi kelanjutan yang sangat baik bagi basket kampus. Kami berterima kasih atas diselenggarakannya kompetisi ini," katanya.
Di balik prestasi yang terus diraih, Darmo mengingatkan bahwa keberhasilan seorang student-athlete tidak hanya diukur dari pencapaian di lapangan, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara akademik dan olahraga.
"Saya selalu bilang kepada anak-anak, belajar sambil berlatih basket. Ketika teman-teman lain bersantai, kita belajar dan berlatih. Jadi harus mampu menjadi student sekaligus athlete," ujarnya.
Bagi Darmo, nilai terbesar yang diajarkan melalui basket bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan membangun karakter melalui kerja sama tim. Nilai itulah yang menurutnya menjadi salah satu kunci keberhasilan Ubaya hingga mampu bersaing di level nasional.
"Kunci yang selalu kami tekankan adalah teamwork. Kalau teamwork tidak berjalan, tim tidak akan berhasil. Kemampuan bekerja sama itu nantinya juga sangat dibutuhkan saat mereka masuk ke dunia kerja, dunianya para profesional," jelasnya.
Menutup pesannya, Darmo mengingatkan empat tahapan pembelajaran yang harus dimiliki setiap mahasiswa, yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be. Menurutnya, kemampuan bekerja sama akan membentuk karakter yang kuat dan menjadi bekal penting bagi para mahasiswa, baik saat berkompetisi di lapangan maupun ketika memasuki dunia kerja setelah lulus.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Pulang ke Surabaya Bawa Pengalaman

3 Pemain Campus League Menuju Asian Games 2026
.jpg&w=3840&q=75)
Mengisahkan Perjalanannya di Lapangan Basket
Raih All Academic Player dengan IPK 4,0.
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.