Jawa Barat
Menolak Menjadi Lumbung Gol

Universitas Widyatama Bandung datang ke Campus League Futsal Regional Jakarta bukan dengan skuad "wah", bukan dengan fasilitas mewah, tapi dengan nyali yang nggak pernah ciut. Bahkan di laga terakhir di Grup D melawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu (29/11), mereka sempat bikin kejutan dengan unggul lebih dulu dan memaksa UIN bekerja ekstra keras untuk menang tipis 2-1.
Menariknya, Widyatama datang melawan UIN Jakarta dengan kekuatan yang tak ideal. Mereka hanya memiliki dua pemain pengganti. Akan tetapi, Widyatama mampu membuat kejutan dengan sempat unggul terlebih dahulu atas UIN Jakarta.
Skuad tipis Widyatama bukan tanpa sebab. Semua berawal dari match pertama yang berjalan keras.
Widyatama menjalani awal Campus League dengan melakoni Derbi Bandung melawan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Pertandingan yang keras mengakibatkan dua kartu merah mendarat "telak" untuk Widyatama.
Pada pertandingan kedua, kartu merah kembali diperoleh Widyatama saat berhadapan dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Namun, mereka masih bisa mengimbangi dan hanya kalah 1-2 melawan UNJ.
“Kenapa bisa kekurangan pemain? Kebanyakan kartu kuning dan merah di match pertama. Jadi banyak pemain yang nggak bisa main lagi.” kata Anindya Putri Sopiadi, manajer tim Widyatama.
Selain hukuman kartu, ternyata kondisi fisik juga jadi tantangan besar. Mereka harus memutar otak bagaimana agar tidak mengakhiri Campus League dengan hasil yang mengecewakan.
“Ada beberapa cedera juga dan ada satu pemain yang sebenarnya pro player, jadi nggak bisa main bareng kami di pertandingan ini.” ucap Anindya.
Dengan kondisi seperti itu, Widyatama tetap maju tanpa ragu. Di pertandingan melawan UIN, mereka bahkan memimpin lebih dulu. Mereka bertahan mati-matian, memblok serangan, dan bikin UIN kesulitan mencetak gol banyak seperti yang dibayangkan penonton.
Meski belum pernah meraih kemenangan, Anindya berasa bangga dengan perjuangan rekan-rekannya. Sebagai manajer, ia melihat permainan tim tetap berjalan baik meski hasilnya yang kurang baik.
Bahkan, Widyatama mampu memberikan perlawanan ketat dan menolak menjadi tim lumbung gol di tengah keterbatasan pemain.
“Menurut saya cukup bangga sih sama tim saya. Kita bisa lihat sendiri kekurangan pemain kami, tapi kami tetap bisa mengandalkan satu sama lain. Walaupun kekurangan secara statistik, mental, semuanya, tapi mereka tetap jalan terus.” ucapnya.
Ketika ditanya soal masa depan tim Widyatama dan apakah mereka akan kembali musim depan, Anindya menjawab dengan tersenyum kecil, penuh harapan tapi tetap realistis.
“Soal rencana ke depan, kami belum tahu. Tapi kalau memungkinkan untuk ikut, pasti kami ikut lagi." jawabnya.
Widyatama mungkin belum mencatat satu kemenangan pun, tapi anak-anak Cikutra itu mencatat sesuatu yang lebih besar, yakni respek. Mereka datang dengan skuad tipis, tetap fight, tetap tersenyum, dan tetap mampu memberi perlawanan di setiap laga serta menolak jadi lumbung gol.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Tumbangkan Tuan Rumah UPI 65-40
Tahun Depan Bersiap Tampil Kembali

Skuad Bandung Timur Menang dengan Skor 68-31

Tundukkan The Mightducks 56-32
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.