Jawa Barat
Kalah Dramatis dari Tuan Rumah UPI
Perjalanan tim putri Telkom University di Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung harus terhenti usai kalah tipis dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Bertanding di UPI Gymnasium, Rabu (20/5), Telkom tumbang dengan skor 58-60 dalam laga penentuan Grup E.
Hasil tersebut membuat Telkom gagal melangkah ke Regional Playoff. Meski kecewa, pelatih Telkom, Putra Ikhsan, tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang terus fight hingga akhir pertandingan.
“Kalau melihat hasilnya pasti mengecewakan ya. Karena sebenarnya anak-anak bisa lebih dari ini,” ujar Putra usai laga.
Menurutnya, beberapa pemain belum mampu mengeluarkan performa terbaik di pertandingan penentuan tersebut. Faktor mental dan tekanan pertandingan dinilai cukup memengaruhi permainan timnya.
“Mungkin ada beberapa pemain yang underperform. Entah karena mental, overthinking, atau faktor lainnya,” katanya.
Meski gagal lolos, Putra menegaskan bahwa Telkom saat ini juga sedang berada dalam fase transisi tim. Banyak pemain muda yang baru menjalani musim pertamanya di level kompetisi kampus.
“Ya dibilang kecewa pasti ada, tapi mungkin memang hasil terbaiknya sekarang seperti ini,” lanjutnya.
Putra melihat ada perkembangan positif dari permainan tim dibanding pertandingan sebelumnya. Salah satu hal yang paling ia apresiasi adalah keberanian para pemain untuk melawan rasa gugup dan tekanan di lapangan.
“Dari segi mental saya lihat lebih baik dari game sebelumnya. Secara fisik juga ada beberapa pemain yang step up,” jelasnya.
Menurutnya, pertandingan melawan UPI menjadi ujian mental tersendiri bagi skuad Telkom. Status laga penentuan membuat atmosfer pertandingan berjalan dengan tensi tinggi sejak awal.
Putra menyebut tekanan tersebut memberikan dampak berbeda kepada tiap pemain. Ada yang justru semakin termotivasi, tetapi ada juga yang kehilangan rasa percaya diri karena terlalu memikirkan hasil akhir pertandingan.
“Ada pemain yang enjoy, ada juga yang jadi tertekan karena target harus menang. Akhirnya jadi takut salah, takut kalah, dan itu mengganggu performa mereka sendiri,” katanya.
Pertandingan melawan UPI berlangsung ketat sejak kuarter pertama. Kedua tim terus saling mengejar angka hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan. Namun, Putra menilai timnya kurang tenang dalam menyelesaikan peluang penting.
“Secara possession sebenarnya imbang. Tapi mungkin mereka (UPI) lebih siap dan lebih tenang,” tuturnya.
Ia juga menyoroti beberapa kesempatan emas yang gagal dimaksimalkan Telkom di kuarter akhir. Menurutnya, faktor ketenangan menjadi pembeda utama di pertandingan tersebut.
Beberapa peluang dari layup, under ring, hingga second chance gagal dijadikan poin. Meski demikian, Putra tetap bangga dengan perjuangan para pemainnya yang terus berusaha detik akhir.
“Yang saya senang, anak-anak masih mau fight. Mereka tetap melawan rasa capek, nervous, dan tekanannya. Itu nilai plus buat saya,” tutupnya. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Putri Wulandari dan Reynandita Meninggalkan Tim

Mightyducks Menang 88-31 dan Lolos ke Big 8
Terakhir Kali Ada Beasiswa Basket Tahun 2018

Mightyducks Menang 74-22 di Laga Pembuka Regional Bandung
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.