Jawa Barat
Terakhir Kali Ada Beasiswa Basket Tahun 2018
Telkom University Bandung (Tel-U) dikenal memiliki tradisi basket kampus yang kuat. Namun di balik konsistensi mereka di berbagai kompetisi, ada tantangan besar yang harus dihadapi.
Telkom University saat ini bukan kampus dengan program beasiswa bola basket. Pelatih Telkom University, Putra Ikhsan, mengakui kondisi tersebut membuat proses membangun tim tidak selalu mudah.
Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga komitmen para pemain di tengah padatnya aktivitas akademik.
“Tantangannya komitmen. Jadi kadang kami dapat mahasiswa yang fakultasnya sibuk sehingga program banyak yang tertunda,” kata Putra.
Menurutnya, situasi tentu berbeda dengan kampus yang memiliki program beasiswa atlet. Pemain penerima beasiswa biasanya memiliki tanggung jawab khusus terhadap tim sehingga program latihan bisa berjalan lebih stabil.
“Kalau beasiswa mereka ada komitnya, kalau kami belum bisa tentu berjalan mulus programnya,” lanjutnya.
Meski tanpa jalur beasiswa, Tel-U tetap memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemain berkualitas. Nama-nama seperti Pandu Wiguna yang kini bermain untuk Satria Muda, hingga Fisyaiful Amir di RANS Simba Bogor menjadi bukti bahwa basket Tel-U juga pernah melahirkan pemain yang menembus level profesional.
Tel-U sempat memiliki program beasiswa atlet basket pada 2016. Namun program tersebut berhenti pada 2018. Sejak saat itu, proses perekrutan pemain dilakukan melalui jalur UKM Fair yang rutin digelar kampus setiap tahun.
Putra mengatakan minat mahasiswa terhadap basket di Tel-U tetap sangat tinggi. Bahkan jumlah pendaftar bisa mencapai ratusan orang dalam satu tahun.
“Open recruitment biasa, ada UKM Fair, kami nunggu yang daftar. Tapi saat ini setiap tahun peminat basket di Telkom sampai ratusan,” ujarnya.
Dari ratusan peserta tersebut, tim pelatih kemudian melakukan seleksi untuk mencari pemain berkualitas, baik di sektor putra maupun putri. Menurut Putra, tantangan berikutnya adalah memastikan pemain yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim.
“Tapi skill-nya beda-beda. Terakhir hampir 300 orang kami seleksi putra-putri sampai nanti belasan orang. Dari banyak pemain, dari banyak daerah jangan salah pilih lah,” lanjutnya.
Kerja keras itu terlihat di Basketball Campus League Regional Bandung. Tim putri Telkom University sukses membuka perjalanan mereka dengan kemenangan meyakinkan atas Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan skor 74-22 di Grup E Putri.
Hasil tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan ketat di Regional Bandung. Putra menegaskan target timnya adalah menembus empat besar, meski ia menyadari grup yang dihadapi tidak mudah.
“Di Regional Bandung tetap target empat besar. Di grup juga nggak terlalu mudah, ada UPI juga dan berharap dapat hasil maksimal,” tutup Putra. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Putri Wulandari dan Reynandita Meninggalkan Tim
Kalah Dramatis dari Tuan Rumah UPI

Mightyducks Menang 88-31 dan Lolos ke Big 8

Mightyducks Menang 74-22 di Laga Pembuka Regional Bandung
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.