Jawa Barat
Putri Wulandari dan Reynandita Meninggalkan Tim
Tangis pemain Telkom University Putri (Tel-U) pecah setelah laga kontra Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung, Rabu (20/5). Kekalahan tipis 58-60 di UPI Gymnasium bukan hanya mengakhiri langkah mereka menuju Regional Playoffs, tetapi juga menjadi momen last dance bagi dua pemain senior, Putri Wulandari dan Reynandita Prameswari.
Suasana haru langsung terasa selepas pertandingan berakhir. Sejumlah pemain menangis di tengah lapangan. Mereka sadar perjalanan bersama dua senior yang selama ini menjadi bagian penting tim akhirnya selesai.
Bagi Tel-U Putri, kekalahan itu memang menyakitkan. Namun di balik hasil tersebut, ada cerita tentang kebersamaan, perjuangan, dan proses membangun tim yang sudah berjalan selama bertahun-tahun.
Pelatih Tel-U Putri, Putra Ikhsan, mengaku momen tersebut menjadi salah satu pertandingan paling emosional yang pernah ia jalani bersama tim.
“Yang bikin sedih itu karena ada dua pemain yang bisa dibilang last dance mereka. Jadi semua sama-sama kecewa karena belum bisa kasih hasil maksimal di pertandingan terakhir mereka,” kata Putra.
Menurutnya, kehilangan pemain senior di tim kampus non-beasiswa punya cerita berbeda. Tidak mudah membangun tim dengan pemain yang benar-benar mau berkomitmen menjalani latihan, kuliah, hingga pertandingan selama bertahun-tahun.
Putra menyebut Tel-U mengalami masa rebuilding setelah pandemi Covid-19. Aktivitas basket kampus terhenti cukup lama dan mereka harus kembali membangun tim dari nol.
“Telkom juga rebuilding. Dari 2019 sampai 2022 sempat berhenti karena Covid. Jadi angkatan-angkatan baru itu benar-benar mulai lagi dari awal,” ujarnya.
Suasana Kekeluargaan di Tim
Dalam proses tersebut, Putri Wulandari dan Reynandita Prameswari menjadi bagian penting perjalanan Tel-U Putri. Bukan hanya soal permainan di lapangan, tetapi juga komitmen menjaga tim tetap hidup.
“Kalau di kampus reguler itu berat. Kami harus cari pemain baru lagi, bangun mentalnya, mindset-nya, komitmennya. Jadi ketika ada pemain yang benar-benar nemenin bangun tim selama empat tahun, terus sekarang harus selesai karena masa studi, itu berat,” lanjut Putra.
Bagi Putra, hubungan antara pelatih dan pemain di timnya bukan sekadar hubungan formal di lapangan. Ia mengaku membangun pendekatan kekeluargaan dengan para pemain.
“Saya posisinya bukan cuma pelatih. Kadang jadi orang tua, kakak, teman juga buat mereka. Jadi ada hubungan emosional yang kuat,” katanya.
Hal serupa juga dirasakan Putri Wulandari. Ia mengaku hal paling berkesan selama membela Telkom University bukan hanya pertandingan, tetapi kebersamaan yang tercipta di dalam tim.
“Kekeluargaannya sih. Setelah latihan nongkrong bareng, cerita-cerita sama tim putra dan putri, sama pelatih juga. Rasanya hangat banget,” ucap Putri.
Sementara itu, Reynandita Prameswari mengaku sulit menerima kenyataan bahwa perjalanannya bersama Telkom University akhirnya selesai.
“Kani udah mau lulus juga, jadi banyak kenangan. Tim ini sudah dianggap keluarga, jadi sedih banget rasanya,” tutur Reynandita.
Meski perjalanan mereka di Campus League harus terhenti, Putri dan Reynandita tetap meninggalkan pesan untuk generasi berikutnya di Tel-U Putri. Keduanya berharap adik-adik tingkat mereka bisa terus menjaga komitmen dan membawa tim melangkah lebih jauh.
“Tetap semangat, jangan bolong latihan, harus konsisten dan komitmen. Skill juga harus terus diperbaiki dan harus lebih baik dari sekarang,” pesan Reynandita.
Di balik kekalahan tersebut, Telkom University Putri tetap pulang dengan sesuatu yang lebih besar dari sekadar hasil pertandingan. Mereka membawa cerita tentang perjuangan dan keluarga yang tumbuh dari lapangan basket kampus. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Kalah Dramatis dari Tuan Rumah UPI

Mightyducks Menang 88-31 dan Lolos ke Big 8
Terakhir Kali Ada Beasiswa Basket Tahun 2018

Mightyducks Menang 74-22 di Laga Pembuka Regional Bandung
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.