Kota Jakarta Barat
Saat Semua Tim Kuat, Mental Menentukan Pemenang

Kapten Universitas Bina Nusantara (Binus) Putri, Keira Ammabel Hadinoto, menilai keberhasilan timnya menjuarai Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta tidak hanya ditentukan oleh strategi atau kemampuan teknis.
Menurutnya, faktor terbesar yang membawa Stingers mengalahkan tuan rumah Universitas Pelita Harapan (UPH) adalah kekuatan mental saat menghadapi tekanan pertandingan.
Binus memastikan gelar juara setelah menaklukkan UPH dengan skor 47-37 di UPH Basketball Court, Minggu (31/5). Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan Stingers sebagai kampus pertama yang menjuarai Regional Jakarta dan mengamankan tiket menuju The Nationals.
Meski berhasil menang di kandang lawan, Keira mengakui timnya sempat merasakan tekanan besar sebelum pertandingan dimulai. Terlebih sehari sebelumnya BINUS baru saja menguras energi untuk memastikan tiket menuju babak nasional.
“Sebenarnya lumayan pressure sebelum pertandingan dimulai. Tapi kami berusaha masuk dengan mindset nothing to lose. Karena sehari sebelumnya kami benar-benar all out untuk memastikan lolos ke nasional,” ujarnya dalam sesi konferensi pers di Media Center Campus League.
Menurut Keira, kesempatan tampil di final perdana Campus League menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain. Mereka sadar sedang memperebutkan gelar bersejarah yang akan selalu tercatat sebagai juara pertama Regional Jakarta.
“Jujur, kami tahu ini gelar yang pertama. Apalagi untuk seri Jakarta. Jadi tentu ada tekanan, tapi itu yang kami coba ubah menjadi motivasi,” lanjutnya.
Di balik keberhasilan tersebut, Keira melihat ada satu pelajaran penting yang ia rasakan setelah bertransisi dari basket SMA ke basket kampus. Jika di level sekolah kemampuan individu masih sering menjadi pembeda, maka di level mahasiswa hampir semua tim memiliki kualitas yang relatif setara.
“Kerasa banget bedanya waktu main di SMA dan di kampus. Di kampus, hampir semua pemain punya kemampuan, kecepatan, dan pemahaman bermain yang bagus,” katanya.
Karena itu, menurut Keira, pertandingan sering kali ditentukan oleh bagaimana sebuah tim merespons tekanan saat laga berjalan. Mentalitas menjadi faktor yang membedakan tim yang mampu bertahan hingga akhir dengan tim yang kehilangan momentum.
“Ujung-ujungnya balik lagi ke mental masing-masing. Apakah saat ditekan lawan kita bisa bangkit lagi, atau justru redup. Itu yang kelihatan di lapangan,” jelasnya.
Keira menilai Binus berhasil menunjukkan karakter tersebut sepanjang Regional Jakarta. Mulai dari fase grup hingga partai final, timnya mampu menjaga fokus dan kepercayaan diri meski menghadapi berbagai situasi sulit.
“Ketika pertandingan berjalan dan tekanan datang, kami tetap bisa menjaga mental. Kami tidak menyerah dan tetap percaya bisa menguasai pertandingan,” ujarnya.
Kepercayaan diri itulah yang akhirnya membantu BINUS menutup laga final dengan kemenangan sekaligus mengangkat trofi juara.
Bagi Keira, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa selain kualitas permainan, timnya juga memiliki karakter yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi.
“Kami tidak pernah menyerah, kami tetap yakin bisa menang. Pada akhirnya kami berhasil juara karena kami punya mental juara,” tegasnya.
Kini, setelah sukses menaklukkan Regional Jakarta, Keira dan Stingers bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar di The Nationals. (DT)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Menyatukan Pemain dari Lima Kampus Binus

Melangkah Lewat Doa, Keluarga, dan Tanggung Jawab Moral

Jelang Laga Penentuan Kontra Perbanas
Stingers Berada di Peringkat Kedua Sementara
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.