Kota Semarang
Seleksi Berlapis untuk Beasiswa Atlet di Udinus
Universitas Dian NuswantoroSemarang (Udinus) tak pernah setengah-setengah dalam membangun kultur student-athlete (atlet mahasiswa). Ada standar yang dijaga, bukan cuma soal piawai di lapangan tapi juga konsisten di ruang kelas.
Berkompetisi di Campus League Regional Yogyakarta, Udinus bukan sekadar tim yang ingin menang, tapi representasi kampus yang menempatkan akademik sebagai fondasi utama.
Bagi Udinus, jadi student-athlete berarti harus siap dengan level yang sama seriusnya, baik di kelas maupun di lapangan.
“Di sini akademik tetap nomor satu,” tegas pelatih Udinus, Lukas Julianto.
Udinus memberikan beasiswa penuh bagi atlet mahasiswa, full cover dari semester pertama hingga akhir. Tapi mereka cuma boleh kuliah paling lama empat tahun. Artinya, setiap pemain dituntut untuk lulus tepat waktu tanpa mengorbankan performa di lapangan.
Konsekuensinya terasa langsung dalam penyusunan roster. Lukas, yang akrab disapa Coach Cecep, tidak memasukkan pemain-pemain senior dalam skuad putra Udinus untuk Campus League musim ini. Bukan karena kualitas, melainkan bentuk komitmen terhadap masa depan pemain.
“Anak-anak angkatan 2021 dan 2022 tidak saya masukkan, meski secara usia masih bisa main. Saya ingin mereka fokus kelulusan daripada beasiswanya hilang,” jelasnya.
Keputusan itu menunjukkan bahwa di Udinus, kemenangan tidak pernah lebih penting dari pendidikan. Basket tetap jalan, tapi tidak boleh mengganggu target lulus tepat waktu.
Standar tinggi itu bahkan sudah dimulai sejak proses rekrutmen. Sebagai informasi, basket Udinus membuka seleksi terbuka pada 13-15 Mei 2026 mendatang untuk menjaring talenta baru. Namun, jangan bayangkan seleksi ini hanya soal skill di lapangan.
Coach Cecep menegaskan bahwa prosesnya berlapis. Pemantauan performa basket jadi tahap awal. Setelah itu, calon student-athlete harus melewati seleksi akademik, termasuk penilaian rapor. Belum selesai, ada sesi wawancara untuk menguji komitmen mereka dalam menjalani peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus atlet.
“Bukan cuma bisa main. Kami lihat juga nilai akademiknya dan keseriusannya menjalani kuliah,” tambah Cecep.
Setelah resmi bergabung, tantangan belum berhenti. Setiap student-athlete Udinus wajib menjaga Indeks Prestasi (IP). Batas minimalnya 3,00. Bahkan dalam praktiknya, standar itu sering berada di angka lebih tinggi.
Jika nilai turun, ada konsekuensi nyata. Tidak ada kompromi soal akademik.
“Kalau IP di bawah standar, ya tidak bisa masuk tim. Bahkan kadang saya sendiri yang bilang, ‘sudah, tidak usah latihan dulu, fokus kuliah’,” ujar Cecep.
Sebaliknya, ketika nilai kembali stabil, pintu tim akan terbuka lagi. Sistem ini membuat para pemain benar-benar belajar tentang tanggung jawab dan manajemen waktu.
Kampus Pilihan Atlet Nasional
Kultur disiplin ini yang membuat Udinus jadi magnet bagi banyak atlet nasional lintas cabang. Di sepak bola, nama-nama seperti Pratama Arhan dan Egy Maulana Vikri pernah memilih Udinus sebagai tempat menimba ilmu.
Selain itu di bola voli ada deretan pemain nasional seperti Arneta Putri Amelian, Indah Guretno Dwi Margiani, hingga Ajeng Viona Adelea yang menjalani student-athlete di Udinus.
Basket pun mengikuti jejak yang sama. Udinus tidak hanya membentuk pemain, tapi juga individu yang siap menghadapi masa depan.
Bagi student-athlete Udinus, menang memang penting tapi lebih penting lagi adalah memastikan setiap pemain keluar dari kampus dengan gelar sarjana S1 di tangan.
“Susah-susah gampang jadi student-athlete. Tapi di Udinus, akademik tetap nomor satu,” tutup Cecep.
Standar tinggi yang bukan cuma jadi aturan, tapi budaya di Udinus. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Senang Bisa Hadapi Kampus Kuat
Kalahkan Atma Jaya dengan Pertandingan Ketat
Kegiatan Hariannya Cukup Padat
Menjalani Peran Student-Athlete di Udinus dengan Imbang
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.