Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kab. Sumedang
Ingin Tampil Lebih Lepas Hadapi Unggulan Pertama

Maria Veronica Prawesti, unggulan kedua, akhirnya bertemu Alfira Deanika di final tunggal putri Badminton The Nationals. Kedua pemain sama-sama harus melewati pertandingan rubber game pada semifinal untuk merebut tiket ke laga puncak.
Maria memastikan tempat di final setelah mengalahkan Aura Ihza Aulia dari Binus dengan skor 10-15, 15-9, 15-9. Sempat kehilangan gim pertama, Maria bangkit pada dua gim berikutnya dan mengunci kemenangan.
Sementara itu, Alfira juga harus bermain tiga gim saat menghadapi Elvira Zalianty Iskandarsyah dari Unesa. Alfira kalah 11-15 pada gim pertama, tetapi mampu membalikkan keadaan dengan kemenangan 15-6 dan 15-12 pada dua gim berikutnya.
Pertandingan yang berlangsung hingga rubber game menjadi catatan tersendiri bagi Maria. Ia mengakui masih merasakan ketegangan pada gim pertama sehingga belum bisa bermain lepas.
"Biasanya karena set pertama kurang lepas, terus masih ada tegang sedikit.” ujar Prawesti.
Situasi tersebut menjadi bahan evaluasi Maria sebelum menghadapi Alfira pada partai final. Laga penentuan tentu menghadirkan tekanan berbeda, tetapi Maria berharap bisa bermain lebih tenang dan menunjukkan permainan terbaiknya.
"Ya, yang pasti bisa menang, cuman harapannya bisa main lepas dan bagus.” katanya.
Prawesti kini tinggal satu pertandingan lagi untuk meraih gelar juara tunggal putri. Namun, Alfira datang dengan modal yang tidak jauh berbeda setelah menunjukkan kemampuannya bangkit dari ketertinggalan pada semifinal.
Menghadapi Elvira, Alfira kehilangan gim pertama 11-15. Ia kemudian menemukan kembali ritme permainannya dan merebut dua gim berikutnya dengan skor 15-6 dan 15-12.
Final Prawesti dan Alfira pun mempertemukan dua pemain yang sama-sama melewati jalan panjang pada semifinal. Keduanya harus kehilangan gim pembuka sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
Duel keduanya akan menentukan juara tunggal putri Badminton The Nationals Season 1. (GAP)
Yogyakarta
.png&w=3840&q=75)
Universitas Jenderal Soedirman
23 Oktober 2026
09.00 WIB

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Universitas Tidar
23 Oktober 2026
14.00 WIB

Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Universitas Tidar
23 Oktober 2026
15.45 WIB

Universitas Gadjah Mada

Gelar Bandung diraih, The Nationals menanti dalam hitungan hari

Kalahkan Alya Zafira dari Gunadarman dengan Dua Gim
Maria Shinta Dampingi Prawesti Sejak Usia Dini
Kalahkan UPI dengan Skor 65-47