Jawa Barat
Berharap Manfaatkan Fasilitas Kampus
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) belum berhasil menutup Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung di podium. Namun bagi pelatih kepala Ilham Trully Fajri, pencapaian menembus empat besar sudah menjadi bukti bahwa tim putra dan putri UPI mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan basket kampus di Bandung.
Kedua tim UPI mengakhiri perjalanan mereka di posisi keempat. Tim putri harus mengakui keunggulan Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan skor 47-65 pada laga perebutan peringkat ketiga yang berlangsung di UPI Gymnasium, Jumat (22/5). Sementara tim putra juga finis di posisi yang sama setelah kalah dari Universitas Widyatama dengan skor 45-65.
Meski gagal naik podium, Ilham menegaskan hasil tersebut tetap sesuai dengan target yang dipasang sejak awal kompetisi. Menurutnya, keberhasilan mencapai Regional Playoffs atau semifinal sudah menjadi pencapaian positif bagi program basket UPI.
“Alhamdulilah dengan hasil ini ya sudah cukup baik sebenarnya, walaupun ya jadi perhatian untuk kami di tim pelatih,” kata Ilham selepas pertandingan.
Bagi Ilham, perjalanan hingga empat besar menunjukkan bahwa tim putra dan putri UPI memiliki kualitas untuk bersaing dengan kampus-kampus terbaik di Regional Bandung. Apalagi, persiapan yang dimiliki tim terbilang tidak panjang dibanding beberapa pesaing lainnya.
“Alhamdulillah, bisa sampai ke semifinal sudah menjadi pencapaian yang cukup baik dan sesuai dengan target yang kami tetapkan sejak awal. Memang waktu persiapan kami relatif singkat, tetapi hasil ini bisa menjadi bahan evaluasi agar ke depan tim lebih siap menghadapi kompetisi maupun event-event berikutnya,” lanjutnya.
Mengandalkan Potensi Kampus
Namun di balik capaian tersebut, Ilham tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi tim basket UPI. Salah satunya adalah proses perekrutan pemain.
Berbeda dengan sejumlah kampus yang memiliki program beasiswa atlet dan dapat merekrut pemain dari berbagai daerah, UPI lebih banyak mengandalkan pemain yang berkembang dari lingkungan kampus sendiri. Karena itu, proses pembinaan menjadi aspek yang sangat penting dalam membangun kekuatan tim.
“Untuk melawan tim-tim kampus yang notabene kampus penyedia jalur beasiswa memang agak sulit untuk bersaing. Kami timnya organik, jadi kami berusaha membina anak-anak yang ada dan menumbuhkan potensi mereka. Alhamdulillah dengan hasil ini sudah cukup baik sebenarnya,” jelas Ilham.
Meski demikian, UPI tetap memiliki identitas dan kekuatan tersendiri. Sebagai kampus yang memiliki basis pendidikan olahraga, kondisi fisik para pemain menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki tim.
Namun Ilham juga menyoroti persoalan fasilitas yang masih menjadi tantangan. Selama ini tim basket UPI lebih banyak berlatih di kawasan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Padasuka, sementara pertandingan Basketball Campus League dimainkan di UPI Gymnasium.
Perbedaan tempat latihan dan pertandingan membuat pemain membutuhkan waktu adaptasi saat kompetisi berlangsung.
“Kami latihan di FPOK Padasuka, agak jauh dari sini. Jadi saat Campus League ini kami perlu adaptasi lagi ketika bertanding di UPI Gymnasium,” ungkapnya.
Selain itu, pengalaman menghadapi tim-tim papan atas juga menjadi pelajaran penting bagi para pemain. Menurut Ilham, salah satu aspek yang masih perlu ditingkatkan adalah kemampuan mengambil keputusan saat berada dalam tekanan pertandingan.
Ia menilai beberapa kesempatan di semifinal belum mampu dimanfaatkan secara maksimal karena pemain belum terbiasa menghadapi lawan dengan kualitas tinggi secara konsisten.
“Betul, sebenarnya sudah sesuai target kami masuk semifinal. Tapi sayang sekali semifinalnya tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak karena belum terbiasa ketika menghadapi lawan-lawan yang cukup baik. Jadi perlu diasah lagi terutama decision making-nya,” ujarnya.
Tahun Depan Ikut Lagi
Meski demikian, semangat UPI untuk kembali bersaing tidak berkurang. Ilham memastikan tim basket UPI berencana kembali ambil bagian pada musim berikutnya dengan persiapan yang lebih matang.
“Tahun depan insya Allah kalau ada rezekinya, anak-anak juga siap. Insya Allah kami akan ikut lagi. Tentunya minimal menjaga prestasi sekarang dengan sampai di semifinal itu sudah cukup baik,” katanya.
Untuk target berikutnya, Ilham berharap UPI bisa melangkah satu tingkat lebih jauh. Jika musim ini berhasil mencapai empat besar, maka target berikutnya adalah memenangkan laga semifinal atau setidaknya mengamankan posisi ketiga.
“Harapannya di semifinal nanti bisa menang, ambil peringkat ketiga dulu. Karena bersaing dengan tim-tim tier atas seperti ITHB dan Maranatha memang cukup sulit. Tapi kami paham posisi kami dan dengan hasil seperti ini sudah cukup baik. Insya Allah di event berikutnya kami akan hadir lagi, ikut lagi, dan lebih siap lagi,” tutupnya. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Masa Pendaftaran Berlangsung hingga 3 Juli
Perkuat Ekosistem Olahraga Mahasiswa
Berharap Dukungan Penonton di UPI Gymnasium
Rajin Latihan dan Paling ''Berisik'' di Tim
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.