Jawa Barat
Rajin Latihan dan Paling ''Berisik'' di Tim
Menembus tim basket kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang mayoritas diisi mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) bukan perkara mudah. Namun, Sassy Kirana membuktikan bahwa konsistensi dan komitmen bisa membuka jalan untuk siapa saja.
Mahasiswi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) itu kini menjadi bagian dari tim putri UPI di Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung. Di tengah roster yang banyak dihuni mahasiswa berlatar olahraga, Sassy hadir membawa cerita berbeda.
Dari total 15 pemain UPI putri, enam di antaranya berasal dari FPOK. Sisanya datang dari berbagai fakultas lain, termasuk Sassy yang berasal dari FPEB. Meski bukan dari lingkungan olahraga, ia mampu bersaing dan mendapat tempat lewat kerja keras selama latihan.
“Aku dari Bisnis (FPEB), ikut tim itu karena latihan terus dan kehadirannya banyak. Jadinya di-notice sama pelatih,” cerita Sassy.
Bukan cuma soal latihan, komunikasi juga menjadi nilai plus yang membuat dirinya cepat menyatu dengan tim Isola Basket. Sassy bahkan mengaku dirinya termasuk pemain yang paling vokal alias berisik di dalam skuad.
“Lalu dari segi komunikasi, aku paling berisiklah di tim,” ujarnya sambil tertawa.
Lingkungan kompetitif di tim basket UPI tak membuat Sassy minder. Sebaliknya, ia menjadikannya motivasi untuk berkembang dan terus percaya dengan kemampuannya sendiri.
Sassy juga memahami bahwa basket kampus bukan hanya soal skill individu. Ia berusaha disiplin menjalankan sistem dan instruksi pelatih agar bisa memberi kontribusi maksimal di lapangan.
“Ikutin arahan pelatih, jangan mau seenaknya sendiri, pokoknya fokus saja sama yang dikasih pelatih. Kalau dapet alurnya, dapat semuanya,” tambahnya.
Perjalanan Sassy di basket kampus juga menarik karena ia bukan mahasiswa jalur atlet ataupun penerima beasiswa olahraga. Ia masuk UPI melalui jalur UTBK-SNBT dan tetap mampu menjaga performa akademiknya di tengah jadwal latihan yang padat.
Saat ini, Sassy tercatat memiliki IPK 3,86. Di luar kuliah dan basket, ia juga aktif bekerja sebagai content creator di toko sepatu basket di Bandung.
Jarak ke tempat latihan yang cukup jauh juga tak menjadi masalah besar baginya. Dengan komunikasi yang baik bersama tim pelatih, ia tetap bisa menjalani semuanya dengan seimbang.
“Tim itu latihannya sore, kampus itu jamnya pagi. Pulangnya sore jam 4, jadi masih bisa nyusul ke latihan,” kata Sassy.
“Basket UPI itu latihannya di kampus FPOK Cicaheum, cukup jauh dari sini. Paling komunikasi sama tim pelatih kalau ada kuliah dulu. So far sih enggak terganggu ya kuliah dan basket,” lanjutnya.
Meski kini aktif di basket kampus, Sassy tampaknya sudah memiliki gambaran masa depan di luar dunia atlet. Latar belakang ekonomi dan bisnis membuatnya tertarik meniti karier profesional dan membangun usaha sendiri.
“Kayaknya sih mau buka usaha. Karena sekarang sudah kerja juga, aku milih dunia kerja profesional aja,” tutupnya sembari tersenyum. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Masa Pendaftaran Berlangsung hingga 3 Juli
Perkuat Ekosistem Olahraga Mahasiswa
Berharap Manfaatkan Fasilitas Kampus
Berharap Dukungan Penonton di UPI Gymnasium
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.