SURABAYA
Semua Pemain Bisa Melakukan Shooting
Universitas Surabaya (Ubaya) putri sukses menorehkan sejarah dengan menjadi juara Basketball Campus League The Nationals Season 1 2026. Gelar tersebut diraih setelah mengalahkan Soegijapranata Catholic University (SCU) dengan skor 59-51 pada partai final yang berlangsung di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Sabtu (13/6).
Di balik keberhasilan tersebut, Pelatih Ubaya, Wellyanto Pribadi, mengungkapkan salah satu kekuatan utama timnya musim ini. Menurutnya, Ubaya memiliki kedalaman skuad yang merata, terutama dalam kemampuan seluruh pemain yang ada di roster dalam mencetak angka.
Koh Welly menjelaskan bahwa seluruh pemain Ubaya memiliki kemampuan untuk memberikan ancaman dalam menyerang. Hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat lawan kesulitan menentukan fokus penjagaan sepanjang pertandingan.
“Salah satu keunggulan tim Ubaya, 12 pemain semuanya bisa shooting. Saat yang lain tidak jalan shooting-nya, pemain kami yang lain bisa jalan shooting-nya. Itulah kelebihan Ubaya. Jadi siapa yang mau dijaga karena kami semua bisa shooting,” ujar Coach Welly
Kedalaman tim tersebut kembali terlihat pada laga final. Ketika pertandingan berjalan ketat dan kedua tim saling bertukar momentum, Ubaya tetap mampu menemukan sumber poin dari berbagai pemain yang berada di lapangan.
Keunggulan itu menjadi modal penting bagi tim asal Surabaya untuk menghadapi tekanan di pertandingan terbesar musim ini. Setelah sempat menghadapi perlawanan sengit dari SCU, Ubaya mampu mengambil alih kendali pertandingan dan menutup laga dengan kemenangan.
Namun bagi Coach Welly, keberhasilan menjadi juara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis para pemain. Ia menilai faktor terbesar yang membawa Ubaya hingga ke puncak adalah kebersamaan yang terbangun di dalam tim sepanjang musim.
Saat ditanya mengenai resep khusus untuk memenangkan laga final, Wellyanto menegaskan tidak ada formula istimewa yang diterapkan. Menurutnya, kekuatan utama Ubaya justru terletak pada soliditas tim dan bagaimana para pemain saling mendukung satu sama lain.
“Tidak ada resep khusus, intinya kebersamaan. Di Ubaya ada larangan pemain menyalahkan pemain. Kebersamaan itu yang kami pegang,” katanya.
Budaya tersebut menjadi fondasi yang terus dijaga sepanjang kompetisi. Para pemain didorong untuk tetap saling mendukung dalam setiap situasi, termasuk ketika menghadapi tekanan di tengah pertandingan.
“Kami sempat berada dalam situasi yang ketat, tetapi karena kebersamaan itu kami bisa menang,” tukas Coach Welly.
Gelar juara The Nationals musim perdana pun menjadi bukti bahwa kekuatan kolektif masih menjadi senjata utama Ubaya. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Pulang ke Surabaya Bawa Pengalaman

3 Pemain Campus League Menuju Asian Games 2026
.jpg&w=3840&q=75)
Mengisahkan Perjalanannya di Lapangan Basket

Jadi Fondasi Utama Pembinaan Student-athlete
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.