Kota Jayapura
Simpan Optimisme Kuat untuk Masa Depan

Kekalahan memang kembali menghampiri Universitas Cenderawasih (Uncen) pada laga kedua Grup B Basketball Campus League Season 1 The Nationals. Setelah tumbang dari Institut Perbanas, anak-anak Jayapura itu kembali harus mengakui keunggulan Binus University Jakarta dengan skor tipis 72-67 di UPH Basketball Court, Selasa (9/6).
Namun bagi pelatih Uncen, Alfa Hari Kusumanegara, hasil akhir bukan satu-satunya hal yang dibawa pulang dari pertandingan tersebut. Justru dari duel melawan dua tim kuat dari ibukota itu, Uncen mendapatkan gambaran jelas mengenai level kompetisi yang harus mereka kejar ke depan.
Uncen sebenarnya tampil menjanjikan. Mereka sempat unggul hingga 10 poin dan beberapa kali membuat The Stingers kesulitan mengembangkan permainan. Namun momentum berubah ketika intensitas pertahanan mulai menurun.
"Dari awal instruksi kami tekan terus di depan. Tapi mungkin karena capek atau faktor lain, anak-anak mulai kasih jarak. Begitu kasih ruang, lawan dapat ritme. Setelah itu offense kami juga mulai tidak punya solusi, tembakan banyak yang tidak masuk dan akhirnya kena transisi," ujar Alfa.
Menurutnya, strategi yang disiapkan sebenarnya berjalan cukup baik. Hanya saja, menghadapi tim sekelas BINUS, sedikit kesalahan langsung berbuah hukuman.
Temukan Identitas Permainan
Meski kalah, Alfa melihat perkembangan yang cukup signifikan setelah game awal kontra Perbanas. Salah satu perbedaan paling terlihat adalah agresivitas pemain yang mulai meningkat.
"Di game pertama kami kurang agresif. Hari ini saat agresivitas naik, cara main kami mulai keluar. Turnover juga lebih terkontrol. Bahkan sampai kuarter kedua turnover kami cuma lima, sementara mereka sudah belasan," katanya.
Peningkatan itu menjadi bukti bahwa para pemain mulai beradaptasi dengan atmosfer The Nationals yang jauh lebih kompetitif dibanding level regional.
Tingkatkan Infrastruktur
Salah satu catatan positif lainnya terlihat pada efektivitas penyelesaian akhir. Jika pada laga sebelumnya banyak peluang terbuang, kali ini Uncen mampu mengonversi lebih banyak kesempatan menjadi poin.
"Kalau mau tahu, latihan kami memang fokus memperbaiki shooting dan finishing. Kami juga harus adaptasi dengan lapangan baru seperti ini. Kalau tidak latihan terus, feel-nya tidak akan dapat," jelas Alfa.
Perbaikan-perbaikan kecil itulah yang menurutnya menjadi modal penting untuk terus berkembang sebagai tim.
Bagi Alfa, pencapaian lolos ke The Nationals sebenarnya sudah menjadi langkah besar bagi program basket Uncen. Bahkan ia menilai mampu bersaing ketat melawan Perbanas dan Binus menunjukkan bahwa timnya berada di jalur yang benar.
"Buat saya ini proses yang besar. Kami bisa mengimbangi Perbanas, bisa mengimbangi Binus. Artinya kami sudah satu langkah lebih maju," ujarnya.
Namun ia juga menyadari bahwa untuk bisa bersaing secara konsisten di level nasional, pembenahan tidak bisa hanya dilakukan di dalam lapangan.
"Di Uncen kami masih punya banyak keterbatasan. Tidak ada gym yang memadai, fasilitas juga terbatas. Setelah ini kami harus memperbaiki semuanya. Karena di level ini kita bicara organisasi, bukan lagi soal coach atau pemain saja. Kami butuh nutrisi, fasilitas, dan sistem pembinaan yang lebih baik," kata Alfa.
Di tengah dua kekalahan beruntun, Uncen tetap menyimpan optimisme. Pengalaman musim ini dianggap sebagai fondasi untuk membangun program yang lebih kuat di masa depan.
"Kami tidak mau cuma datang satu atau dua tahun lalu hilang. Kami mau terus ada di Campus League, terus berkembang dan kembali lagi ke level nasional," tegas Alfa.
Masih ada dua pertandingan tersisa bagi Julian Edward Sario dkk untuk menutup perjalanan mereka di The Nationals. Terlepas dari hasil yang akan datang, wakil Papua itu sudah menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar peserta pelengkap, melainkan tim yang sedang membangun fondasi untuk menjadi kekuatan baru basket kampus Indonesia.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Anak-anak Jayapura Tunjukkan Mental Bertanding
Kalahkan Maranatha dengan Skor 81-69

Takjub Bertemu Perbanas

Jadi Pengalaman Berharga Menjelang The Nationals
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.