Jawa Barat
Sempat Deg-degan Ditonton Orang Tua

Dukungan keluarga menjadi energi tambahan bagi Karel Nazwa Megantara saat membela Universitas Kristen Maranatha di laga puncak Basketball Campus League (BCL) Season 1 Regional Bandung. Bermain di hadapan orang tua dan keluarganya di UPI Gymnasium, Jumat (22/5), Karel membantu Maranatha menundukkan Institut Teknologi Harapan Bangsa dengan skor 66-54 sekaligus menjadi juara Bandung dan mengamankan tiket The Nationals.
Pada laga tersebut, guard Maranatha itu menyumbangkan lima poin dan lima assist. Namun lebih dari sekadar angka, kehadiran keluarga di tribun memberikan suntikan motivasi yang membuat Karel tampil dengan semangat berlipat.
Meski demikian, pemain yang juga memperkuat Rajawali Medan itu mengaku sempat merasakan tekanan di awal pertandingan. Maklum, tidak setiap hari dirinya bermain di depan keluarga yang datang langsung memberikan dukungan.
“Lumayan, agak nervous dari awal-awalnya. Cuma support mereka yang bikin aku semangat sampai sejauh ini. Mereka juga support terus aku basket sampai saat ini. Senang lah, pasti,” ujar Karel selepas pertandingan.
Perasaan gugup itu perlahan berubah menjadi motivasi. Dukungan yang selama ini diberikan keluarga menjadi pengingat bagi Karel untuk terus memberikan yang terbaik di lapangan. Apalagi, gelar juara Regional Bandung menjadi momen spesial yang bisa dirayakan bersama orang-orang terdekat.
Keberhasilan menjuarai Regional Bandung juga membuat fokus Maranatha langsung tertuju ke Basketball Campus League The Nationals. Karel memahami tantangan yang menanti bakal jauh lebih berat karena seluruh peserta merupakan kampiun dari masing-masing regional.
“Pasti nasional lebih keras. Kita juga harus latihan lebih bagus dari ini. Persiapan harus lebih matang lagi karena kumpulan para juara. Jadi harus lebih fokus lagi,” ungkapnya.
Selain menjalani agenda bersama kampus, Karel juga tengah menjaga ritme permainan untuk menghadapi musim kompetisi profesional berikutnya bersama Rajawali Medan. Menurutnya, menjaga kondisi fisik dan kesiapan mental menjadi hal yang paling penting dalam menjalani dua peran sebagai student-athlete dan pemain profesional.
“Latihan saja sih, maintain sendiri, jaga kondisi, sering latihan beberapa hari. Yang penting juga menyiapkan mental,” tambahnya.
Dukungan Sang Ayah dan Keluarga
Di balik perjalanan Karel, ada sosok ayah yang selama ini menjadi salah satu pendukung terbesar. Ruli Sunandar mengaku bangga melihat putranya membawa Maranatha menjadi juara. Bahkan, laga final Regional Bandung menjadi kali pertama dirinya menyaksikan langsung Karel bermain untuk Maranatha.
“Alhamdulillah bangga lah. Selama dia bermain di Maranatha baru kali ini saya nonton langsung,” kata Ruli.
Meski bangga, Ruli mengaku tak bisa menyembunyikan rasa tegang selama pertandingan berlangsung. Ia mengikuti setiap momen laga dengan perasaan campur aduk hingga akhirnya bisa bernapas lega setelah Maranatha memastikan kemenangan.
“Iya deg-degan sih, tapi alhamdulillah juara. Mudah-mudahan Karel bisa lebih baik lagi,” lanjutnya.
Menurut Ruli, kecintaan Karel terhadap basket sudah terlihat sejak kecil. Ia menilai sang putra memang tumbuh dengan ketertarikan besar terhadap olahraga tersebut dan terus menunjukkan keseriusan hingga mampu menembus level profesional.
“Dari kecil dia memang suka basket. Harapannya mudah-mudahan lebih giat lagi, lebih bagus lagi mainnya ke depan. Mudah-mudahan sampai profesional,” ujar Ruli.
Kini, dukungan keluarga dan status sebagai juara Regional Bandung menjadi modal penting bagi Karel dan Maranatha untuk menatap The Nationals. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Raih 2 Penghargaan Individu di Campus League Basketball Season 1
Kerasnya The Nationals Jadi Pelajaran bagi Deo
Banyak Mendapat Pengalaman dan Pembelajaran

The Ice Bears Raih Poin Positif Berkat Kerja Kolektif
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.